Selasa, 07 Sep 2021 12:42 WIB

Bikin Malaysia Terheran-heran, RI Dinilai Lebih 'Tahan' Lawan Varian Delta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan. Corona di Indonesia. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Laporan kasus Corona di Indonesia turun drastis membuat Malaysia terheran-heran. Pasalnya, tren kasus COVID-19 di RI menurun lebih cepat dibandingkan apa yang terjadi di Malaysia.

Akhir Agustus kemarin, Bloomberg membuat perhitungan ketahanan negara melawan COVID-19 varian Delta. Menurut laporan mereka, ketahanan negara Indonesia melawan varian Delta lebih tinggi dibandingkan Malaysia.

Total ada 53 daftar negara yang masuk laporan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-51, sementara Malaysia posisi terakhir yaitu 53, dinilai menjadi salah satu negara yang paling parah dalam ketahanan melawan COVID-19 varian Delta.

Seperti apa sih penilaian laporan ini?

Bloomberg menjelaskan laporan ketahanan COVID-19 dinilai dari bagaimana efektivitas negara mengatasi gelombang COVID-19, sejauh apa aktivitas sosial dan ekonomi terdampak. Ada 12 indikator yang dinilai seperti data kasus COVID-19, kualitas perawatan kesehatan, kematian secara keseluruhan, kemajuan memulai kembali mobilitas dengan protokol kesehatan dan seberapa jauh pembatasan perbatasan sudah kembali dibuka.

"Pemeringkatan tersebut mencerminkan kinerja 53 ekonomi terbesar di dunia yang diukur satu sama lain karena mereka semua menghadapi ancaman yang sama," jelas Bloomberg, dalam laporan 26 Agustus 2021.

"Sementara banyak yang masih belum diketahui tentang delta kerusakan yang pada akhirnya akan terjadi di tempat-tempat yang sangat divaksinasi, Belanda-yang naik 12 peringkat pada Agustus-dapat memberikan skenario optimis: meskipun jumlah kasus melonjak mendekati rekor tertinggi, gelombang delta telah berkurang dengan sedikit kematian dan tanpa gangguan besar terhadap upaya beberapa sektor yang dibuka kembali.

Lima posisi terbawah ada di Asia Tenggara

Lima posisi terbawah ketahanan COVID-19 varian Delta per Agustus adalah Asia Tenggara. Pasalnya, angka kematian per kapita bulanan tertinggi berasal dari Thailand, hingga Malaysia.

Thailand posisi 49, Vietnam peringkat 50, Indonesia peringkat 51, disusul Filipina dan terakhir Malaysia.

"Meskipun mencakup hampir setengah dari populasi dengan vaksin dan menerapkan rencana pembukaan kembali untuk yang divaksinasi, kasus baru per 100 ribu yang dilaporkan di Malaysia selama sebulan terakhir membengkak menjadi salah satu yang tertinggi di dunia," lanjut dia.

Belum kebagian vaksin COVID-19? Vaksin CT Corp menyediakan vaksin Pfizer di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, untuk jadwal penyuntikan 11 September hingga 1 Desember 2021. Info pendaftaran bisa disimak di detik.com/vaksinctcorp.



Simak Video "Melihat Dunia yang Berbeda di Tengah Amukan Corona Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)