Selasa, 07 Sep 2021 16:03 WIB

Kemenkes Rencana Suntik Booster Masyarakat Umum 2022, Tak Semua Gratis

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Foto ilustrasi: Pradita Utama
Jakarta -

Beberapa negara Barat sudah mulai memberikan dosis ketiga atau booster vaksin COVID-19 di tengah ancaman varian. Sebagai contoh, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel diketahui sudah mengizinkan vaksin dosis ketiga digunakan oleh kelompok tertentu yang dianggap berisiko.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondunuwu, menjelaskan Indonesia juga sudah mulai memberikan booster. Hanya saja booster vaksin ini baru untuk tenaga kesehatan, sementara untuk masyarakat umum rencananya di tahun 2022.

Booster vaksin masyarakat umum baru dilakukan tahun 2022 salah satunya karena Indonesia masih mengejar target cakupan vaksinasi yang lengkap. Selain itu, ada juga beban 'moral' karena masih banyak populasi di dunia yang belum mendapat vaksinasi COVID-19.

"WHO sebenarnya belum mengizinkan untuk melakukan booster. Bukan soal tidak boleh karena alasan medis, tetapi secara kesetaraan masih banyak masyarakat dunia yang belum divaksin," kata Maxi dalam diskusi di kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Selasa (7/9/2021).

Maxi menjelaskan pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19 di tahun 2022 mungkin tidak akan semuanya gratis. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran hanya untuk masyarakat miskin yang datanya dilihat dari BPJS Kesehatan.

"Skema ini sudah kami buat, sekalipun memang pemerintah tidak mampu melakukan pembayaran untuk semua penduduk seperti sekarang ini. Kita akan prioritaskan, terutama yang masuk kalau di BPJS Kesehatan itu penerima bantuan iuran, masyarakat miskin sebanyak 100 juta untuk dilakukan booster," ungkap Maxi.



Simak Video "Booster Nakes Pakai Sinovac atau Moderna, Pakar Sebut Tidak Masalah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)