Rabu, 08 Sep 2021 08:20 WIB

Ayo Vaksin! 94 Persen Pasien Corona RI yang Meninggal Belum Divaksinasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Para pekerja dan warga mengantre vaksin Covid-19 di One Bell Park Mall, Jakarta, Sabtu (4/9/2021). Vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat pembentukan herd immunity di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Selain mencegah penularan, vaksin juga melindungi dari keparahan gejala dan risiko kematian saat terinfeksi virus Corona. Berdasarkan data terbaru, risiko kematian lebih tinggi dialami oleh pasien COVID-19 yang belum divaksinasi.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan vaksinasi terkait dengan tingkat keparahan dan kematian akibat COVID-19. Per 5 September, tercatat dari 135.861 pasien COVID-19 yang meninggal, 94 persen di antaranya belum mendapatkan vaksin.

"Vaksin COVID-19 sangat penting tidak hanya untuk mencegah penularan, tetapi juga melindungi kita dari risiko sakit parah, bahkan kematian, akibat infeksi COVID-19," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (7/9/2021).

Evaluasi efektivitas vaksin COVID-19 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI juga membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19 serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

Selain itu, penelitian yang oleh King College London di Inggris juga menyatakan bahwa orang telah mendapat dosis vaksin Corona lengkap tidak hanya mengurangi risiko penularan, tetapi juga bisa memperkecil risiko long COVID. Berdasarkan penelitian ini, dua dosis vaksin COVID-19 juga akan mengurangi gejala kesehatan yang timbul hingga 50 persen apabila mengalami reinfeksi.

Belum kebagian vaksin? Saat ini, CT Corp menyediakan vaksin Pfizer di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, untuk jadwal penyuntikan 11 September hingga 1 Desember 2021. Info pendaftaran bisa disimak di detik.com/vaksinctcorp.

Daftar vaksin detik ini juga demi mencapai herd immunity COVID-19.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)