Rabu, 08 Sep 2021 23:06 WIB

Pakai Masker Yuk, Efektivitasnya Capai 79% Lho untuk Halangi Virus

Nurcholis Ma'arif - detikHealth
masker Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Guru Besar FK UI dan Anggota Komite Penasihat Ahli ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Prof. DR. dr. Soedjatmiko menyatakan masker adalah benteng pertama proteksi kesehatan manusia terhadap virus COVID-19. Prof. Miko, sapaannya, juga menyebut bahwa virus akan selalu ada sepanjang masa.

"Virus akan selalu ada sepanjang masa. Untuk dapat hidup berdampingan dengan COVID-19, yang utama adalah virus jangan sampai masuk ke tubuh kita. Caranya dengan patuh protokol kesehatan, pakai masker dengan benar, jangan longgar, jangan melorot, harus menutup hidung, mulut dan dagu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/9/2021).

Dalam dialog virtual Media Center KPCPEN (7/9/) kemarin, Prof. Miko mengungkapkan memakai masker dengan benar sangat penting untuk melindungi diri dari COVID-19 varian apapun. Sebab efektivitas masker dalam menghalangi virus mencapai 77-79%.

Upaya perlindungan diri dengan menggunakan masker ini akan semakin optimal jika dibarengi dengan menjaga jarak dan mencuci tangan. Vaksinasi, menurut Prof. Miko, adalah benteng pertahanan berikutnya ketika virus terlanjur masuk ke dalam tubuh.

Sebab vaksin bertugas menghadang virus menyebar di dalam tubuh sehingga risiko sakit parah akan dapat diminimalkan. Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat, khususnya dari golongan rentan, harus segera melakukan vaksinasi.

Menyusul penerapan protokol kesehatan, protokol wajib vaksin juga telah ditetapkan sebagai instrumen skrining untuk menjamin keamanan dan perlindungan kesehatan masyarakat di tempat umum. Data berupa status vaksinasi pengguna, hasil tes COVID-19, dan riwayat kontak erat, semua terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi.

Berdasarkan hasil analisis informasi tersebut, sistem PeduliLindungi akan memunculkan kategori status keamanan pengguna, sehingga petugas dapat mengetahui aman tidaknya pengguna memasuki area publik terkait.

Sementara itu, dalam dialog Media Center KPCPEN (8/9) hari ini, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan dari sekitar 350 pusat perbelanjaan/mal yang tergabung dalam APPBI, hampir seluruhnya telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining di pintu masuk. Selain itu, penerapan skrining protokol kesehatan seperti memastikan pengunjung mengenakan masker juga tetap dilakukan.

Dia menambahkan,pusat perbelanjaan hanya perlu melakukan registrasi melalui link yang diberikan, serta melengkapi data dan persyaratannya. Dengan demikian, pusat perbelanjaan akan mendapatkan QR Code sesuai jumlah pintu masuk, yang akan di-scan oleh aplikasi PeduliLindungi di perangkat gawai pengunjung saat akan memasuki lokasi tersebut.

Aphonzus juga menuturkan pada awalnya pengunjung datang tanpa persiapan aplikasi PeduliLindungi di gawai masing-masing. Namun seiring waktu dan sosialisasi yang terus dilakukan, kini proses skrining di pintu masuk semakin cepat dan lancar.

Adaptasi kebiasaan baru memang harus dilakukan. Sedikit mengurangi kenyamanan, namun penting untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. Disiplin protokol kesehatan terutama masker serta melakukan vaksin adalah paket upaya setiap individu, khususnya saat beraktivitas dengan banyak orang di ruang publik.

"Setiap ikhtiar memiliki andil dalam pengendalian pandemi nasional," ujarnya.



Simak Video "Sebab Musabab Bocornya NIK-Sertifikat Vaksin Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)