Kamis, 09 Sep 2021 18:32 WIB

Mengenal Guillain Barre Syndrome, Efek Samping Langka Vaksin AstraZeneca

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Daftar Vaksin yang Diakui WHO, Mana Saja? Foto: ABC Australia
Jakarta -

Guillain Barre Syndrome (gee-YAH-buh-RAY) adalah gangguan langka di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf. Dikutip dari Mayoclinic, gejala pertamanya biasa berupa kelemahan dan kesemutan.

Gejala ini dapat dengan cepat menyebar dan akhirnya melumpuhkan seluruh tubuh. Dalam bentuknya yang paling parah, Guillain Barre Syndrome adalah keadaan darurat medis. Kebanyakan orang dengan kondisi tersebut harus dirawat di rumah sakit untuk menerima perawatan.

Penyebab pasti Guillain Barre Syndrome ini tidak diketahui. Tetapi dua pertiga pasien melaporkan gejala infeksi dalam enam minggu sebelumnya.

Sindrom Guillain-Barre sering dimulai dengan kesemutan dan kelemahan mulai dari kaki dan menyebar ke tubuh bagian atas dan lengan.

Pada sekitar 10 persen orang dengan gangguan tersebut, gejala dimulai di lengan atau wajah. Saat Guillain Barre Syndrome berkembang, kelemahan otot dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

Berikut adalah tanda dan gejala Guillain Barre Syndrome:

  • Sensasi tertusuk jarum di jari tangan, jari kaki, pergelangan kaki atau pergelangan tangan
  • Kelemahan di kaki yang menyebar ke tubuh bagian atas
  • Berjalan goyah atau ketidakmampuan untuk berjalan atau menaiki tangga
  • Kesulitan dengan gerakan wajah, termasuk berbicara, mengunyah atau menelan
  • Penglihatan ganda atau ketidakmampuan untuk menggerakkan mata
  • Sakit parah yang mungkin terasa pegal, seperti tertusuk atau kram dan mungkin lebih buruk di malam hari
  • Kesulitan dengan kontrol kandung kemih atau fungsi usus
  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah rendah atau tinggi
  • Sulit bernafa

Orang dengan Guillain Barre Syndrome biasanya mengalami kelemahan paling signifikan dalam waktu dua minggu setelah gejala dimulai.

Selain itu, tidak ada obat yang diketahui untuk Guillain Barre Syndrome, tetapi beberapa perawatan dapat meringankan gejala dan mengurangi durasi penyakit.

Baru-baru ini otoritas obat Eropa (EMA) menambahkan GBS pada daftar efek samping vaksin AstraZeneca. Ditemukan 883 kasus GBS dari 592 juta dosis vaksin AstraZeneca yang diberikan di dunia, data per Juli 2021.

Meski begitu, efek samping vaksin AstraZeneca gangguan kerusakan saraf ini masuk kategori sangat langka. Dipastikan masih lebih besar manfaat dibandingkan risiko usai vaksin AstraZeneca.



Simak Video "Kenali Guillain Barre Syndrome yang Menimpa Guru Susan"
[Gambas:Video 20detik]
(Rita Puspita Rachmawati/naf)