Jumat, 10 Sep 2021 08:31 WIB

RSLI Surabaya Buka Suara Soal Pasien COVID-19 dengan CT Value Ekstrem 1,8

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Layanan isi ulang tabung oksigen untuk pasien COVID-19 secara gratis terus dilakukan. Kali ini digelar di Sleman. RSLI Surabaya jelaskan nilai CT value 1,8 pada pasien Corona. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya buka suara soal fenomena nilai CT value rendah pada pasien COVID-19. Nilai CT value pada pasien Corona di sana pun disebut tak umum, yakni 1,8.

CT value atau cycle threshold value adalah nilai yang muncul dalam pemeriksaan RT PCR. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan jumlah viral load dan status infeksi virus Corona. Semakin rendah nilainya maka semakin banyak materi genetik virus dalam tubuh pasien.

"Memang di beberapa pasien ditemukan CT value rendah. Cuma yang perlu diwaspadai saat kita menghitung CT value itu, harus memperhatikan alat dan reagen yang digunakan," kata dokter Penanggung Jawab Pelayanan RSLI, Fauqa Arinil Aulia, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (10/9/2021).

Penjelasan ini senada dengan pemaparan pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo. Dalam wawancara dengan detikcom, ia mengatakan nilai CT value 1,8 yang didapatkan dari hasil pemeriksaan RT PCR pasien Surabaya bisa saja tak sama jika dilakukan tes di mesin yang berbeda.

"Kita harus tahu dulu identitas mesin yang dipakai. Kalau sangat baru, harusnya ada nilai konversinya. Tapi kan seberapa banyak atau seberapa sedikitnya kita nggak bisa pastikan," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

Alat yang dipakai untuk melihat CT Value pasien Corona umumnya paling rendah hanya bisa menunjukkan angka 10, pertanda jumlah virus sangat banyak. Maka ada kekhawatiran angka tersebut sebenarnya bukan CT value.

Ia juga menjelaskan nilai CT value rendah tidak bisa dijadikan dasar seseorang terinfeksi varian baru. Terinfeksinya seseorang dengan varian baru atau tidak tetap harus dibuktikan dengan tes genome sequencing.

"Secara prinsip untuk dikatakan varian baru tentu tidak bisa dilihat dari CT value, karena CT value hanya mengatakan estimasi beban virusnya banyak atau sedikit," jelasnya.



Simak Video "Cara Membaca CT yang Benar untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)