Jumat, 10 Sep 2021 10:30 WIB

CT Value Ekstrem 1,8 Bikin Geger, Hoax Viral Bilang 25 ke Bawah Sudah Gawat

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah Ilustrasi tes PCR. (Foto: detik)
Jakarta -

Seorang pasien COVID-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya baru-baru ini bikin geger. Pasalnya, pasien tersebut dikabarkan memiliki CT Value 1,8. Padahal umumnya, pasien COVID-19 dengan CT Value 25 ke bawah pun sudah diyakini memiliki banyak virus dalam tubuhnya.

Ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua menjelaskan CT Value adalah patokan estimasi jumlah virus dalam sampel pasien. Angka ini diperoleh dari metode real time PCR (polymerase chain reaction) pemeriksaan COVID-19.

Angka CT Value dan estimasi jumlah virus dalam tubuh bersifat terbalik. Artinya, semakin tinggi angka CT Value, maka jumlah virus diestimasi semakin sedikit. Sebaliknya, semakin rendah angka CT Value, jumlah virus yang diestimasi semakin banyak.

"CT Value itu ditentukan betul oleh reagen yang dipakai karena ini ditentukan oleh kekuatan cycle atau siklus yang diberikan oleh alat reagen masing-masing tersebut. Maka memang harus berhati-hati untuk membandingkan nilai CT antar orang karena ditentukan oleh alat reagen yang mana," terang dr Tonang pada detikcom, Kamis (9/9/2021).

dr Tonang menegaskan, angka CT Value bukanlah satu-satunya patokan sembuh pasien COVID-19. Lantaran dipengaruhi oleh kemampuan siklus alat reagen, angka CT Value yang muncul juga dipengaruhi oleh reagen yang digunakan.

Artinya, angka CT Value yang sama pada dua pasien COVID-19 berbeda tak menjamin kedua pasien tersebut dalam kondisi fisik yang sama-sama baik atau sama-sama buruk.

"Berarti kalau ternyata kita mendapatkan hasil CT Value yang sama maka kita pastikan dulu alat reagennya. Seandainya ternyata alat reagennya sudah sama, CT Valuenya dua orang itu sama, maka tidak pasti bahwa kondisi tubuh kedua orang tersebut sama," terang dr Tonang.

"Tentu respons setiap orang berbeda terhadap virus yang masuk. Seperti yang kita tahu ada yang tanpa gejala, ada yang bergejala, dan sebagainya," pungkasnya.

Terkait pasien asal Surabaya dengan CT Value 1,8, dr Tonang menegaskan alat reagen yang digunakan perlu dipastikan kembali. Sebab sejauh ini, dr Tonang menjabarkan, temuan CT Value terendah pada pasien COVID-19 adalah 3, itu pun amat jarang.



Simak Video "Cara Membaca CT yang Benar untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)