Jumat, 10 Sep 2021 11:36 WIB

Hidung Meler Terus, Ternyata Cairan Otak Bocor Saat Swab COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
A resident undergoes a free COVID-19 swab test in a low income area in Manila, Philippines, Tuesday, Oct. 6, 2020. The city government is providing free swab tests to tricycle and passenger Jeepney drivers in the area in hopes of curbing the spread of the coronavirus. (AP Photo/Aaron Favila) Ilustrasu swab tes COVID-19.(Foto: AP/Aaron Favila)
Jakarta -

Kasus langka dilaporkan terjadi pada seorang pria berusia 40-an di Republik Ceko. Ia tak sadar mengalami kebocoran cairan otak usai menjalani tes swab untuk COVID-19.

Menurut laporan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery, sang pria diketahui melakukan tes swab hidung pada bulan Maret 2020 lalu karena kontak erat dengan pasien positif COVID-19. Hasil tesnya negatif, namun setelah itu sang pria mengalami keluhan hidung yang terus meler.

Keluhan hidung meler tersebut awalnya dikira karena alergi biasa. Sampai kemudian pada bulan Desember 2020 sang pria akhirnya menemui dokter karena keluhan tidak reda juga setelah berbulan-bulan.

Pemeriksaan CT scan menemukan ada cedera pada bagian tulang yang memisahkan antara hidung dan otak (cribriform plate). Cairan yang sempat dikira ingus ternyata merupakan cairan otak yang bocor dari hidung karena cedera.

Tim dokter menyebut ini adalah kasus langka karena tes swab untuk COVID-19 seharusnya tidak sampai menimbulkan cedera. Sebelumnya hanya ada dua kasus serupa yang dilaporkan dalam jurnal penelitian dan pasien diketahui sudah memiliki kondisi bawaan kelainan pada tulang cribriform plate.

Sementara pada kasus sang pria, CT scan tahun 2011 tidak menemukan dirinya memiliki kelainan. Ia pada akhirnya harus menjalani operasi untuk memperbaiki cedera dan diberi obat antibiotik untuk mencegah infeksi pada otak.

Kasus kebocoran cairan otak bisa menimbulkan komplikasi serius karena dapat membuat kasus infeksi mudah terjadi. Biasanya cairan otak bisa bocor karena ada trauma kepala atau usai operasi.

"Pasien dibolehkan pulang dua hari setelah operasi. Ia disarankan tidak meniup hidung," tulis dokter seperti dikutip dari JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery pada Jumat (10/9/2021).



Simak Video "Hati-hati! Tes Swab COVID-19 Sendiri Bisa Bikin Cedera"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)