Jumat, 10 Sep 2021 13:19 WIB

Muncul Varian Mu, Apa Kabar Lambda-Delta? Ini Perkembangan Terbarunya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Ilustrasi. (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Baru-baru ini, kemunculan varian Mu atau B1621 asal Kolombia bikin geger. Pasalnya, varian ini masuk ke dalam Variant of Interest (VoI) oleh WHO dan disebut-sebut berpotensi resisten terhadap vaksin.

Namun bagaimana dengan varian Delta atau B.1617.2 asal India dan Lambda atau C.37 yang pertama kali ditemukan di Peru? Bukankah kedua varian ini juga disebut-sebut berbahaya akibat kemampuan menularnya lebih cepat dibandingkan varian Corona lain? Khususnya varian Delta, bukankah diyakini sebagai pemicu lonjakan kasus COVID-19 di RI?

Berikut perkembangan terbarunya:

1. Varian Delta: masih dominan

Varian Delta masih diyakini mendominasi kasus COVID-19 di banyak negara dan terbukti mampu menginfeksi lebih banyak orang yang sudah divaksinasi dibanding varian Corona lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian Delta ke dalam Varian of Concern (VoC) yang artinya, terbukti meningkatkan penularan, menyebabkan penyakit lebih parah, serta berpotensi mengurangi kemempanan vaksin.

Ahli virologi di La Jolla Institute for Immunology di San Diego, Shane Crotty, menyebut kekuatan super varian Delta ada pada kecepatan menularnya. Sedangkan menurut peneliti di China, orang yang terinfeksi varian Delta membawa virus 1.260 kali lebih banyak di hidung dibandingkan versi asli virus Corona dari China.

Berbeda dengan varian Corona asli yang membutuhkan waktu tujuh hari untuk menimbulkan gejala, varian Delta membutuhkan dua hingga tiga hari lebih cepat sehingga sistem kekebalan memiliki waktu lebih terbatas untuk merespons dan meningkatkan pertahanan.

2. Varian Lambda: mulai meredup

Infeksi akibat varian Lambda sempat meningkat pada Juli 2021. Namun menurut data oleh GISAID, lembaga data base yang melacak varian SARS-CoV-2, varian yang pertama kali teridentifikasi di Peru pada Desember 2020 ini disebut menyurut secara global terhitung dalam empat pekan terakhir.

WHO mengklasifikasikan Lambda sebagai varian bunga, yang berarti membawa mutasi diduga penyebab perubahan penularan dan penyakit yang lebih parah. Akan tetapi, hal ini masih dalam penyelidikan. Studi laboratorium menunjukkan varian Lambda memiliki mutasi yang melawan antibodi induksi vaksin.

Bagaimana dengan varian Mu, seberapa mengancam? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Pilih Fokus ke Varian Delta daripada Mu, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]