Sabtu, 11 Sep 2021 06:18 WIB

Ada Wabah Demam Misterius di India, tapi Bukan Corona

Khoirul Anam - detikHealth
DBD Foto: Freepik
Jakarta -

Negara bagian India Utara, Uttar Pradesh, melaporkan adanya wabah demam misterius. Sejauh ini 56 orang yang didominasi oleh anak-anak dilaporkan meninggal dunia.

Penyakit yang belum diketahui itu memiliki ciri-ciri gejala demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, dehidrasi, dan mual, di mana beberapa pasien mengalami ruam di tungkai atas dan bawah. Dari sekian korban tersebut, tak satu pun yang didiagnosis positif COVID-19.

Dilansir BBC, pejabat kesehatan senior di distrik Firozabad, Dr. Neeta Kulshrestha menduga penyakit disebabkan oleh demam berdarah yang sangat parah. Sebab, hasil tes darah sejumlah pasien menunjukkan penurunan jumlah trombosit yang biasanya disebabkan oleh demam berdarah (DBD).

"Para pasien, terutama anak-anak, di rumah sakit meninggal dengan sangat cepat," kata dia dikutip pada Kamis (9/9/2021).

Diketahui, DBD merupakan penyakit virus yang disebarkan nyamuk aedes aegypti dengue melalui gigitan. Nyamuk jenis ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, sebagian besar menempati perkotaan.

Adapun virus dengue memiliki empat jenis varian. Ini berarti, seseorang dapat terinfeksi sebanyak empat kali.

Enesis Foto: Enesis

Sementara itu, sebagian besar kasus DBD memiliki gejala ringan. Meski demikian, ada kemungkinan virus menyebabkan gejala akut yang mirip flu. Jika tidak segera ditangani, pasien DBD bisa meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan terdapat sekitar 390 juta infeksi dengue di seluruh dunia. Jumlah infeksi dan kematian telah meningkat secara drastis dalam beberapa dekade terakhir, yakni melonjak empat kali lipat antara tahun 2000 dan 2015 tatkala 4.032 orang meninggal karena penyakit DBD.

Di Indonesia peningkatan jumlah kasus DBD terjadi di tengah pandemi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga 14 Juni 2021 total kasus DBD di Indonesia mencapai 16.320 kasus.

Jumlah itu meningkat sebanyak 6.417 kasus jika dibandingkan total kasus DBD pada 30 Mei yang hanya 9.903 kasus. Jumlah kematian akibat DBD pun meningkat dari 98 kasus pada akhir Mei hingga menjadi 147 kasus pada 14 Juni 2021.

Cara Mencegah DBD

DBD bisa dicegah melalui berbagai cara, yakni menggunakan losion penolak nyamuk agar terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypti. Salah satunya adalah menggunakan Soffell Alamia.

Produk ini adalah penolak nyamuk dengan bentuk losion dan spray. Keduanya terbuat dari ekstrak daun yang aman digunakan untuk kulit sensitif, termasuk kulit anak-anak. Terdiri dari dua varian, yaitu Yuzu dan Mint Geranium, Soffell Alamia tidak lengket di kulit, terasa lembut, dan dingin.

Selain di kulit, perlindungan juga bisa diberikan dengan ForceMagic 2in1 di rumah. Obat nyamuk aerosol dengan Formula Synergis yang bisa 100 persen membunuh nyamuk.

ForceMagic 2in1 memiliki aromanya lembut, tidak membuat sesak napas, dan pastinya aman untuk keluarga terutama anak-anak. Karena mudah terurai jika terkena matahari, partikel dari produk ini pun tidak mengendap di bantal.

Enesis Foto: Enesis

Dapatkan Soffell Alamia dan ForceMagic di Alfamart, Indomaret, supermarket, di Shopee Enesis Official Store dan Tokopedia Enesis Official Store, atau melalui layanan Enesis Home Delivery Service untuk wilayah Jabodetabek dengan WhatsApp ke 0811183030.Jadi jangan lupa selalu oleskan Soffell Alamia atau semprotkan ForceMagic di pagi dan sore hari, karena nyamuk demam berdarah bisa mengigit kapan pun.



Simak Video "Demam Turun Jadi Fase Kritis saat Alami DBD"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)