Sabtu, 11 Sep 2021 11:38 WIB

500 Ribu Vaksin Johnson and Johnson untuk 18+, Disebar ke Wilayah Aglomerasi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin Johnson and Johnson diperkirakan masuk Indonesia bulan depan. Kehadiran vaksin satu kali suntik ini membuat vaksin COVID-19 kian beragam untuk masyarakat Foto: AP Photo
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap 500 ribu dosis vaksin Johnson and Johnson akan digunakan untuk masyarakat umum di atas 18 tahun. Vaksin Johnson and Johnson sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM RI per Selasa (7/9/2021).

Vaksin COVID-19 besutan perusahaan Janssen didatangkan ke Indonesia dari skema bilateral pemerintah Belanda. Selain Vaksin Johnson and Johnson Indonesia juga kedatangan sekitar 2 juta dosis vaksin Sinovac.

"Vaksin johnson and johnson yang merupakan bantuan dari pemerintah belanda melalui skema bilateral. Pertama kalinya menerima vaksin Janssen dalam bentuk vaksin jadi berjumlah 500 ribu dosis," ungkap Wamenkes saat live kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke 56, Sabtu (11/9/2021).

Adapun vaksin Johnson and Johnson diketahui hanya memiliki satu dosis dengan efikasi 67,2 persen. BPOM sebelumnya mengungkap efek samping vaksin Johnson and Johnson banyak dilaporkan di kategori ringan.

Mulai dari nyeri di bagian suntikan hingga demam, dan diare.

"Vaksin Johnson and Johnson ini akan dipakai untuk masyarakat umum dengan 18 tahun ke atas," beber Dante.

"Di tahap awal ini akan didistribusikan ke wilayah aglomerasi," jelas Dante sembari menekankan target cakupan 2 juta dosis vaksinasi kemungkinan akan segera tercapai.



Simak Video "Vaksin Sputnik V dan Johnson and Johnson Kantongi Restu EUA BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)