Minggu, 12 Sep 2021 07:35 WIB

5 Fakta Vaksin Janssen Sekali Suntik yang Baru Saja Tiba di RI

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Vaksin Johnson and Johnson diperkirakan masuk Indonesia bulan depan. Kehadiran vaksin satu kali suntik ini membuat vaksin COVID-19 kian beragam untuk masyarakat Foto: AP Photo
Jakarta -

Sebanyak 500 ribu dosis vaksin Johnson & Johnson (J&J) atau vaksin Janssen telah sampai di Indonesia, pada Sabtu (11/9/2021) pagi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Vaksin dari pemerintah Belanda ini tiba di Indonesia sudah dalam bentuk jadi dan akan ditargetkan untuk warga usia 18 tahun ke atas. Tak hanya vaksin Janssen, Indonesia juga menerima 2 juta dosis vaksin Sinovac.

Berbeda dari jenis vaksin lain, vaksin Janssen hanya disuntikkan satu kali dan disarankan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk digunakan pada masyarakat usia 18 tahun ke atas.

Terkait perizinan, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkap vaksin Janssen sudah mendapat izin penggunaan darurat BPOM RI per Selasa (7/9/2021).

Berikut rangkuman fakta terkait vaksin Janssen:

1. 500 ribu dosis tiba di RI

Pada Sabtu (11/9/2021) pagi Indonesia menerima kedatangan pertama vaksin Janssen buatan perusahaan Janssen sebanyak 500 ribu dosis. Vaksin ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah dalam bentuk jadi.

Bersamaan dengan vaksin Janssen Indonesia juga kedatangan sekitar 2 juta dosis vaksin Sinovac. Indonesia menerima vaksin Janssen hasil dari skema bilateral dengan pemerintah Belanda.

"Vaksin johnson and johnson yang merupakan bantuan dari pemerintah belanda melalui skema bilateral. Pertama kalinya menerima vaksin Janssen dalam bentuk vaksin jadi berjumlah 500 ribu dosis," ungkap Wamenkes saat live kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke 56, Sabtu (11/9/2021).

2. Izin BPOM

Vaksin Janssen telah mendapatkan izin penggunaan darurat. Dante mengatakan vaksin Johnson & Johnson telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 7 September lalu.

3. Disebar ke wilayah aglomerasi

Wamenkes Dante menjelaskan pada tahap awal distribusi, vaksin ini akan dikirimkan ke wilayah aglomerasi.

"Di tahap awal ini akan didistribusikan ke wilayah aglomerasi," ujar Dante.

Dante juga menambahkan target cakupan 2 juta dosis vaksinasi kemungkinan akan segera tercapai.

"Dengan kedatangan dua vaksin ini, pemerintah optimistis dapat mempercepat laju vaksinasi dan harapannya bulan ini kita dapat mencapai 2 juta dosis vaksin per hari," pungkasnya.

4. Efikasi dan target peserta vaksin

Satu dosis vaksin Johnson and Johnso memiliki efikasi 67,2 persen. Disampaikan oleh Dante, nantinya, vaksin ini akan menyasar warga berusia 18 tahun ke atas.

"Vaksin Johnson and Johnson ini akan dipakai untuk masyarakat umum dengan 18 tahun ke atas," beber Dante.

5. Efek samping

Terkait efek samping, BPOM mengungkapkan bahwa efek samping vaksin Johnson and Johnson banyak dilaporkan pada kategori ringan, seperti nyeri di bagian suntikan hingga demam, dan diare. Sementara dikutip dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), berikut kemungkinan efek samping yang muncul:

Efek samping di lengan bekas suntikan:

  • Nyeri
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Efek samping pada tubuh:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Panas dingin
  • Demam
  • Mual

Efek samping biasanya terjadi dalam satu atau dua hari setelah mendapatkan vaksin COVID-19. Perlu diingat, efek ini adalah tanda normal bahwa tubuh sedang membangun perlindungan dan akan hilang dalam beberapa hari.



Simak Video "Serba-serbi Vaksin Covid-19 Janssen dan CanSino yang Dapat EUA BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)