Minggu, 12 Sep 2021 10:30 WIB

Jadi Penyebab Gancet, Ternyata Ini Tanda Perempuan Idap Vaginismus

Syifa Aulia - detikHealth
woman wearing white Sleepwear lying on bed . Female holding hand to spot of vagina-ache. Concept photo Penis pain.Health care concept,Soft focus Foto: Getty Images/iStockphoto/patchanan promunat
Jakarta -

Dokter spesialis obstetri ginekologi sekaligus praktisi medis vaginismus @vaginismusindonesia, dr Robbi Asri Wicaksono, SpOG, membenarkan bahwa fenomena gancet dapat terjadi. Dari sudut pandang medis, gancet terjadi karena seseorang mengalami penis captivus atau vaginismus.

"Jadi secara medis penis captivus adalah kondisi yang dinamakan untuk pihak laki-laki, sementara untuk pihak perempuannya dari beberapa kepustakaan medis jurnal internasional dikatakan memang itu adalah bagian dari vaginismus," kata dr Robbi dalam program e-Life detikcom, Jumat (10/9/2021).

Ia menjelaskan, vaginismus bukan merupakan penyakit pikiran melainkan penyakit organ reproduksi. Artinya, terdapat kekakuan otot pada dinding vagina yang tidak dapat dikendalikan oleh penderita sehingga menyebabkan kegagalan penetrasi.

"Saya rasa kan gancet ini termasuk ke dalam kendala penetrasi, yaitu penetrasi terjadi tetapi tidak bisa disudahi atau penis tidak bisa dikeluarkan oleh vagina," jelasnya.

Penyakit ini dapat diketahui saat melakukan aktivitas seksual. Namun, menurut dr Robbi, itu bukan menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi vaginismus. Beberapa perempuan dapat mengetahuinya ketika menggunakan tampon atau menstrual cup untuk menstruasi.

"Nah, orang-orang dengan vaginismus ini ternyata diketahuinya dari sana. Jadi dia gagal memasukkan tampon, gagal memasang menstrual cup. Jadi dari situ kita memang secara medis mengonfirmasi penyakit vaginismus adalah dari yang sudah dialami sendiri oleh penderita," tuturnya.

Selain itu, iya juga mengatakan bahwa pemeriksaan medis juga dapat menjadi patokan untuk medeteksi vaginismus.

"Paling gampang deh pap smear. Pap smear itu kan memasukkan alat 'cocor bebek' ke dalam vagina. Itu di laboratorium besar sering kali melakukan pap smear massal. Kalau orang itu tidak vaginismus, dokter atau tenaga medis memasukkan alat ke dalam vagina itu tidak perlu usaha, masuk begitu saja," kata dr Robbi.

dr Robbi mengatakan ketika perempuan belum melakukan aktivitas seksual, tidak menggunakan tampon, menstrual cup, atau belum melakukan pemeriksaan medis, dokter tidak dapat mendeteksi penyakit vaginismus. Sebab, hingga saat ini penyakit tersebut belum diketahui penyebabnya.

"Makanya dari segi medis ketika penyebab itu tidak diketahui, kita tidak bisa misalnya melakukan pemeriksaan screening untuk mengetahui apakah seseorang ini vaginismus atau tidak. Jadi vaginismus ini tidak bisa diketahui secara dini ketika yang bersangkutan sudah mengalami masalah dengan penetrasi," pungkasnya.



Simak Video "Cara Sembuhkan Vaginismus"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)