Senin, 13 Sep 2021 13:42 WIB

Ini Jarak Vaksin COVID-19 Pertama dan Kedua, Bagaimana Jika Telat?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi. Apa yang terjadi jika dosis kedua telat? (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Program vaksinasi di Indonesia selama ini dilakukan dengan memberikan dua dosis sesuai rekomendasi WHO untuk mendapatkan hasil yang optimal. Jarak vaksin 1 ke vaksin 2 akan berbeda-beda tergantung jenis vaksin yang digunakan.

Saat ini vaksin yang paling banyak digunakan adalah Sinovac dan AstraZeneca. Keduanya memiliki jarak yang berbeda.

Jika seseorang divaksin Sinovac, maka jarak vaksin 1 ke vaksin 2 adalah 28 hari. Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca, jarak vaksin 1 ke vaksin 2 adalah 2 sampai 3 bulan.

Sementara bagi orang yang pernah terinfeksi COVID-19 dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan. Tidak perlu mengulang.

Selain vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Indonesia juga sudah mulai menggunakan vaksin lain seperti Sinopharm, Pfizer, dan Moderna.

Dilansir dari covid19.go.id, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021 tentang Juknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 berikut jarak vaksin 1 ke vaksin 2 sesuai jenisnya.

• Sinovac: 28 hari
• Sinopharm: 21 hari
• AstraZeneca: 12 minggu
• Moderna: 28 hari
• Pfizer-BioNTech: 21 hari

Bagaimana jika telat dari jarak yang ditentukan?

Seseorang mungkin mengalami keterlambatan dalam menerima vaksin dosis kedua. Bisa karena kondisinya yang tidak memungkinkan, ataupun stok vaksin yang tidak tersedia.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran jika vaksin tidak efektif bekerja di dalam tubuh. Kabar baiknya, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan keterlambatan ini tidak akan mengurangi ataupun mengganggu efektivitas vaksin.

"Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19," jelasnya tentang jarak vaksin 1 ke vaksin 2.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)