Selasa, 14 Sep 2021 12:07 WIB

Varian Corona B.1466.2 Asal Indonesia Dipantau WHO, Ini Kata Menkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Indonesian flag waving and Coronavirus 2019 nCov concept. Asian outbreak in Indonesia, coronaviruses influenza as dangerous flu strain cases as a pandemic. Microscope virus Covid19 close up. WHO pantau varian asli Indonesia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian COVID-19 B.14662 dalam pemantauannya. Varian asal Indonesia ini menjadi salah satu mutasi yang dipantau lebih lanjut oleh WHO.

Dikutip dari laman resminya, WHO mengklasifikasikan B.1466.2 sebagai Alerts for Further Monitoring atau yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Virus ini sendiri diketahui telah masuk kategori itu sejak 28 April.

"Kategori varian Alerts for Further Monitoring dapat diartikan sebagai dugaan perubahan-perubahan genetik yang mempengaruhi karakteristik virus dengan beberapa indikasi bahwa varian itu dapat menimbulkan risiko di masa depan," tulis WHO, Selasa (14/9/2021).

Kategori ini berarti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum masuk ke kategori variant of concern (VoC) atau variant of interest (VoI). Total ada 12 varian yang dipantau ketat dan masuk ke kategori Alerts for Further Monitoring oleh WHO.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama Komisi IX DPR juga menyinggung soal adanya varian asal Indonesia. Namun varian ini tidak seperti Delta yang berbahaya.

"Asli Indonesia ada nomornya kalau enggak salah B.1466.2 Tapi itu tidak diidentifikasi sebagai varian berpotensi berbahaya. Varian lokal itu sudah sangat kalah dibandingkan varian Delta," kata Menkes.



Simak Video "WHO Bicara soal Varian Baru C.1.2 dari Afrika Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)