Selasa, 14 Sep 2021 10:09 WIB

Menkes Akui RI Bobol Via Laut, Ini Sebaran Terbaru 2 Ribu Kasus Varian Delta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Indonesian flag waving and Coronavirus 2019 nCov concept. Asian outbreak in Indonesia, coronaviruses influenza as dangerous flu strain cases as a pandemic. Microscope virus Covid19 close up. Varian Delta di Indonesia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE)
Jakarta -

Baru-baru ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku Indonesia kebobolan varian Delta via jalur laut. Maka dari itu, pemerintah kini memperketat pintu keluar masuk baik darat, udara, maupun jalur laut dengan mewajibkan orang yang datang sudah divaksinasi dan dites COVID-19 PCR tiga kali.

"Perlu disadari bahwa pintu masuk kemarin pada Delta kemarin kebobolan, makanya kita lupa menjaga dari sisi lautnya, karena banyak kapal-kapal pengangkut barang yang masuk ke Indonesia dari India. Krunya diizinkan keluar sehingga menularkan," kata Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Selasa (14/9/2021).

Sejauh ini, banyak WNA maupun WNI yang baru tiba ternyata positif COVID-19 padahal membawa surat negatif Corona. Paling banyak dari Arab Saudi, Malaysia, hingga Uni Emirat Arab.

"Untuk itu kita akan segera melakukan kerja sama bilateral dengan Kemenkes di tiga negara itu untuk memastikan untuk membatasi lab-lab apa saja yang boleh kita terima, yang bersertifikasi dengan baik di otoritas lokalnya untuk memastikan bahwa test PCR-nya memang bagus," sambung dia.

Sejak pertama kali ditemukan, varian Delta sudah mendominasi ke seluruh provinsi di Indonesia kecuali Sulawesi Barat. Sampel yang paling banyak teridentifikasi varian Delta ada di DKI Jakarta dengan lebih dari 800 kasus.

Berikut sebaran terbarunya berdasarkan update data Balitbangkes Kemenkes RI 11 September 2021.

Varian Corona Delta: 2.471

  • Aceh: 18 kasus
  • Sumatera Utara: 73 kasus
  • Sumatera Barat: 75 kasus
  • Bengkulu: 3 kasus
  • Sumatera Selatan: 9 kasus
  • Jambi: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 7 kasus
  • Kepulauan Bangka Belitung: 27 kasus
  • Riau: 30 kasus
  • Lampung: 5 kasu
  • Banten: 28 kasus
  • Jawa Barat: 383 kasus
  • DKI Jakarta: 825 kasus
  • DIY: 20 kasus
  • Jawa Timur: 32 kasus
  • Jawa Tengah: 196 kasus
  • Bali: 23 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 46 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
  • Kalimantan Tengah: 3 kasus
  • Kalimantan Barat: 28 kasus
  • Kalimantan Timur: 299 kasus
  • Kalimantan Utara: 38 kasus
  • Kalimantan Selatan: 33 kasus
  • Sulawesi Selatan: 19 kasus
  • Sulawesi Utara: 8 kasus
  • Sulawesi Tengah: 42 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 20 kasus
  • Gorontalo: 1 kasus
  • Maluku: 10 kasus
  • Maluku Utara: 30 kasus
  • Papua: 12 kasus
  • Papua Barat: 15 kasus

Varian Corona Alpha: 65 kasus

  • Sumatera Utara: 2 kasus
  • Riau: 1 kasus
  • Sumatera Selatan: 1 kasus
  • Lampung: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 7 kasus
  • DKI Jakarta: 37 kasus
  • Jawa Barat: 11 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1 kasus
  • Bali: 1 kasus

Varian Corona Beta: 22 kasus

  • Jawa Barat: 7 kasus
  • DKI Jakarta: 12 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Bali: 1 kasus


Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)