Selasa, 14 Sep 2021 12:45 WIB

e-Life

'Kejutan' Itu Bernama Vaginismus

dtv - detikHealth
Jakarta -

Vaginismus adalah suatu penyakit yang menyebabkan kekakuan otot dinding-dinding vagina yang tidak bisa dikendalikan oleh penderitanya. Sehingga, hal ini menyebabkan kendala maupun kegagalan penetrasi saat berhubungan seksual.

Banyak penderita vaginismus yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Narasi yang bertebaran di masyarakat juga mengatakan bahwa wajar perempuan merasakan sakit pada saat berhubungan seksual untuk pertama kalinya. Selain itu, perempuan yang tidak bisa dipenetrasi dianggap kurang rileks.

Hal ini tentu bisa memperparah trauma penderita vaginismus karena tidak segera mendapat perawatan yang dibutuhkan.

Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dan Praktisi Medis Vaginismus, dr. Robbi Asri Wicksono, SpOG juga sangat menekankan bahwa vaginismus tidak ada hubungannya dengan pikiran.

"Fenomena yang bisa kita jadikan patokan adalah pemeriksaan medis pap smear. Pap smear itu kan memasukkan alat cocor bebek ke dalam vagina perempuan, dan itu di laboratorium besar seringkali dilakukan pap smear massal ratusan orang sekaligus. Anda pikir mereka semua rileks? Mereka semua mau dimasukan alat di vaginanya? Mereka tidak mau. Tetapi kalau orang itu tidak vaginismus, ya dokter atau tenaga medis memasukkan alat ke dalam vagina itu effortless, tidak perlu usaha masuk begitu saja," papar dr. Robbi pada detikcom melalui acara e-Life.

Menurut dr. Robbi, tidak bijak untuk menelan mentah-mentah anggapan bahwa berhubungan seksual pertama kali pasti menyakitkan. Hal ini sama saja dengan menyamaratakan pengalaman penetrasi semua perempuan, sehingga berkemungkinan dapat meremehkan penderitaan yang dialami perempuan dengan vaginismus.

"Misalnya orang yang menyatakan bahwa 'Malam pertama itu sakit, berdarah-darah,' ya mereka menyatakan itu dalam keadaan apa? Penis yang sudah bisa masuk. Sementara orang vaginismus kebanyakan 88% penisnya tidak pernah bisa masuk. Kebanyakan pada kasus vaginismus, mereka sudah jungkir balik sampai ke bulan pun penis tidak pernah bisa masuk ke vaginanya. Kalau tentang bahwa seks pertama itu akan sakit atau tidak, ya kalau mereka berdua tidak tahu cara melakukan aktivitas seks yang benar yang etis, ya tentu akan sakit," jelas dr. Robbi.

Untuk menyembuhkan penyakit vaginismus, perlu dilakukan terapi dilatasi.

"Satu-satunya metode yang secara ilmiah terbukti menyembuhkan vaginismus adalah proses dilatasi. Dilatasi itu adalah sebuah proses, dalam tanda petik, mengolahragakan otot vaginanya dengan alat bantu. Kenapa harus dengan alat bantu? Karena otot vagina itu tidak terkait dengan pikiran. Jadi apapun kondisi pikiran si penderita kalau otot di bawah sana ada kekakuan, ya dia tidak bisa memegang kontrol. Itulah kenapa ya penetrasi selalu tidak bisa terjadi walaupun si perempuan menginginkannya," jelas dr. Robbi.

(gah/gah)