Selasa, 14 Sep 2021 21:30 WIB

Waspada Infeksi Roseola Infantum Pada Anak, Ini 4 Gejala Utamanya

Syifa Aulia - detikHealth
Sad little child, boy, hugging his mother at home, isolated image, copy space. Family concept Ruam roseola infatum kerap terjadi pada anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/tatyana_tomsickova)
Jakarta -

Orang tua mungkin jarang mendengar tentang penyakit roseola infantum. Penyakit yang sering menyerang bayi dan balita ini adalah infeksi yang terjadi karena jenis virus herpes.

Dikutip dari Medical News Today, sekitar 90 persen anak sebelum berusia 2 tahun pernah terserang penyakit ini. Nama lain dari exanthema subitum ini merupakan hasil yang terbentuk dari salah satu infeksi dari dua jenis utama virus herpes manusia (HHV), yaitu HHV-6 atau HHV-7.

Penyakit roseola memiliki gejala yang khas, seperti:

- Demam tinggi selama 3-5 hari
- Ketika demam mereda, akan muncul ruam pada batang tubuh
- Ruam dapat menyebar ke leher, wajah, dan anggota tubuh lainnya dalam 24 jam
- Setelah 1-2 hari, ruam mulai menghilang

Tetapi, pada beberapa anak juga dapat muncul gejala seperti berikut ini:

- Rasa tidak nyaman
- Rasa gelisah dan mudah marah
- Nafsu makan hilang
- Diare ringan
- Batuk atau radang tenggorokan
- Di sekitar kelopak mata terjadi pembengkakan atau kemerahan
- Sakit di sekitar telinga dan gendang telinga meradang
- Pembengkakan kelenjar getah bening

Pada anak yang terserang penyakit roseola membutuhkan waktu sekitar 5-15 hari sebelum gejala semakin berkembang. Tetapi, sebagian anak ada yang tidak menunjukkan gejala.

Ruam roseola infantum

Penampakan ruam roseola infantum dapat berbeda-beda bagi yang mengalaminya. Ruam ini dapat terlihat seperti area kulit yang terangkat dan rata. Namun, ada juga yang seperti bercak-bercak datar yang menyatu.

Ruam roseola memiliki warna kemerahan dan lebih pucat bagi sebagian anak. Ketika ditekan, warna itu dapat berubah menjadi lebih terang. Meski jarang terasa gatal, sakit, atau melepuh, namun ruam ini dapat menyebar ke area wajah, leher, kaki, dan lengan.

Pada dua pertiga kasus ini, terdapat gejala bintik Nagayama berupa bisul atau papula yang muncul di area belakang mulut.

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengobati penyakit roseola infantum?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "FWB dan Bahaya Infeksi Menular Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)