Selasa, 14 Sep 2021 22:21 WIB

COVID-19 RI Melandai, Bisa Konsisten Nggak Nih 3 Bulan ke Depan?

Firdaus Anwar - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter
Jakarta -

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah mulai terkendali dengan laju kasus harian yang semakin lambat dan kasus aktif terus berkurang. Pada hari Senin (13/9/2021), kasus aktif COVID-19 Indonesia bahkan dilaporkan telah berkurang sampai di bawah angka 100.000, tepatnya 99.696 kasus.

Kabar baik ini jadi perhatian tersendiri di antara kalangan ahli. Berkaca dari pengalaman yang ada, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander Ginting, mengingatkan semua pihak harus waspada terhadap protokol kesehatan yang melonggar.

Tidak bisa hanya mengandalkan cakupan vaksinasi yang tinggi karena antibodi yang dihasilkan bisa berkurang setelah 6-7 bulan. Hal ini terlihat pada fenomena tenaga kesehatan di Kudus atau Bangkalan yang banyak terinfeksi sehingga akhirnya diperlukan suntikan dosis ketiga atau booster vaksin COVID-19.

"Pengalaman kita bagaimana kejadian terjadi lonjakan kasus di Kudus, Bangkalan, atau Surabaya, memang banyak nakes yang terpapar atau terinfeksi di sekitar bulan keenam dan ketujuh," kata dr Alexander yang kemudian menambahkan pada akhirnya hanya sedikit nakes yang meninggal karena faktor infeksi tunggal.

"Sekarang ini memang sudah terjadi pelandaian... Persoalannya sekarang adalah apakah kita bisa tetap konsisten dengan kondisi ini sampai tiga bulan ke depan," lanjut dr Alexander dalam diskusi yang disiarkan Forum Merdeka Barat, Selasa (14/9/2021).

Kondisi pandemi ke depan akan menentukan langkah pemerintah berikutnya. Termasuk di antaranya rencana mulai memberikan booster vaksin pada tahun 2022.

"Sehingga oleh karena itu, kendatipun semua sudah dicakup dengan vaksinasi, protokol kesehatan ini enggak boleh ditinggal," pungkas dr Alexander.



Simak Video "Menakar Probabilitas Level Covid-19 RI Turun dari Pandemi ke Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)