Rabu, 15 Sep 2021 07:32 WIB

Kasus Aktif Corona RI Turun di Bawah 100 Ribu! Tersisa Paling Banyak di Sini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Kasus aktif Corona di Indonesia turun di bawah 100 ribu. (Foto ilustrasi: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Dua hari terakhir, kasus aktif Corona di Indonesia berhasil ditekan sampai di bawah 100 ribu kasus. Menurun drastis dari puncak kasus aktif sebelumnya yaitu 24 Juli, dengan total 574.135 kasus.

Meski begitu, sebelumnya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menekankan ada 25 persen kasus aktif Corona yang masih harus di-update statusnya. Sebab, banyak provinsi belum memperbaharui kasus Corona lebih dari 21 hari.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan sinkronisasi data untuk mendapat gambaran sebenarnya di lapangan diupayakan rampung bulan depan. Menurut data Satgas COVID-19 per 14 September 2021, kasus aktif Corona terbanyak masih disumbang Jawa Tengah dengan lebih dari 12 ribu kasus.

Berikut daftar provinsi penyumbang kasus aktif Corona terbanyak di Indonesia.

  • Jawa Tengah: 12.708 kasus
  • Papua: 7.949 kasus
  • Sumatera Utara: 7.152 kasus
  • Jawa Barat 6.609 kasus
  • Aceh: 5.461 kasus
  • DI Yogyakarta: 4.909 kasus
  • Jawa Timur: 4.909 kasus
  • Bali: 3.401 kasus
  • DKI Jakarta: 3.368
  • Kalimantan Tengah: 3.022 kasus

Sebelumnya diberitakan vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, menyebut varian Mu sudah terdeteksi di Malaysia. Hal ini harus diwaspadai masyarakat, saat pemerintah juga sudah memperketat pintu keluar-masuk jalur darat, udara, maupun laut.

"Varian Mu contohnya yang awalnya terdeteksi di Amerika Selatan, kemarin sudah dilaporkan ada di Malaysia. Artinya sudah sampai Asia Tenggara," kata dr Dirga dalam diskusi yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9, Selasa (14/9/2021).

"Pemerintah sudah mengetatkan pintu masuk baik, darat, laut, atau udara. Itu mesti kita lakukan supaya tidak kecolongan lagi. Jadi ayo kita semua waspada," lanjutnya.

Diketahui, bagi mereka yang bepergian ke Indonesia wajib sudah divaksinasi dan dites PCR sebanyak tiga kali. Pengetatan ini juga diberlakukan usai menemukan seribuan orang positif COVID-19 tiba di Indonesia padahal membawa surat negatif Corona, terbanyak dari Saudi Arabia hingga Malaysia.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)