Rabu, 15 Sep 2021 16:45 WIB

3 Ribuan Pasien Corona 'Terciduk' Jalan-jalan via PeduliLindungi, Ini Kata Kemenkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Aplikasi PeduliLindungi di mal Ilustrasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk check in di mal. (Foto: Putu Intan/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan mengakui masih banyaknya kekurangan aplikasi PeduliLindungi, misalnya terkait masalah aplikasi error saat pengguna hendak check in di mal. Namun di samping kekurangan tersebut, Kemenkes menyebut aplikasi ini masih efektif meminimalkan penyebaran virus Corona.

"Kami di sisi lain menyadari masih perlu improvement terkait aplikasi PeduliLindungi ini. Memang tidak mudah kemudian menjadi suatu sistem teknologi informasi menjadi perfect," beber juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam diskusi daring, Rabu (15//9/2021).

"Tapi artinya setidaknya di masa pandemi, kita berusaha menjaga orang-orang untuk tidak melakukan aktivitas secara tidak aman. Artinya yang datang, masyarakat tidak menjadi sumber penularan dan kita juga tidak menularkan pada orang lain," lanjutnya.

Bagaimana dengan 3.800 pasien COVID-19 masih mondar-mandir di tempat umum?

Menurut dr Nadia, meski aplikasi PeduliLindungi masih membutuhkan perbaikan, aplikasi tersebut sudah berkontribusi menekan penyebaran virus Corona. Sebab dalam masa uji coba saja, sebanyak 3.830 orang positif COVID-19 atau berstatus hitam ketahuan berseliweran di tempat umum berdasarkan deteksi check in PeduliLindungi.

"Daripada kita selalu kecolongan dengan uji coba ini saja, kita dapat 3.800 orang yang seharusnya tidak berada di tempat publik. Bisa bayangkan kalau tidak ada PeduliLindungi, tidak ada skrining yang bisa mendeteksi itu," ujar dr Nadia.

"Kalau tidak ada sistem, bisa bayangkan kalau mereka beraktivitas di tempat umum bagaimana penyebarluasan virus di masyarakat? Apalagi kalau kita bicara mengenai adanya varian-varian baru yang dikatakan lebih cepat menular. Itu yang kita nggak mau Juli terulang kembali," pungkasnya.



Simak Video "Progres Indonesia Kejar Target WHO soal Capaian Vaksinasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)