Rabu, 15 Sep 2021 17:03 WIB

Disinggung Pakar IDI, Ini Beda Hiperendemi Vs Endemi

Ayunda Septiani - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto ilustrasi. (Foto ilusttasi: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mewanti-wanti baik kepada pemerintah maupun masyarakat Indonesia untuk tidak kebablasan dalam merelaksasi dan melaksanakan kebijakan transisi pandemi virus COVID-19 menjadi endemi. Sebab ada risiko pandemi Corona di Indonesia menjadi hiperendemi.

"Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi," katanya.

Meski demikian, apa sih beda hiperendemi dengan endemi?

Dijelaskan pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman hiperendemi dan endemi keduanya sama-sama menunjukkan wabah atau penyakit yang berada terus menerus di suatu wilayah.

Namun, pada hiperendemi, jumlah kasus hingga usia yang terpapar lebih luas. Bahkan bisa terjadi pada usia bayi atau anak. Spesifiknya, kasus penyakit endemi yang terjadi di Indonesia seperti malaria.

"Pertama endemi merujuk pada kejadian atau keberadaan yang terus menerus dari satu penyakit di satu wilayah misalnya di Indonesia, malaria," tutur Dicky saat dihubungi detikcom Kamis (26/8/2021).

"Nah kalau hiperendemi itu merujuk pada persisten, berarti terus ada continue, kasusnya banyak penyakit ini dan bisa sangat mudah dideteksi di populasi dan yang juga mengistilahkan sebagai satu penyakit yang hampir sama di setiap populasi usia, itu hiperendemi," sambung Dicky.

Dicky melanjutkan, antara endemi dan hiperendemi sebenarnya tidak terlalu berbeda termasuk dalam tingkatannya. Dalam ilmu epidemiologi, suatu wabah dari pandemi kemudian menjadi epidemi, hingga berakhir endemi atau hiperendemi, demikianlah tingkatannya.

"Jadi kalau bahasa lainnya hiperendemik itu sama dengan endemi, atau penyakit yang ada di suatu lokasi wilayah terus menerus setiap waktu tapi kejadiannya kalau hipernimi ini di semua usia jadi anak bayi sampai bahkan usia itu bisa terjadi bisa terinfeksi atau kasusnya bisa ditemukan," pungkas dia.



Simak Video "Menakar Probabilitas Level Covid-19 RI Turun dari Pandemi ke Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)