Rabu, 15 Sep 2021 17:53 WIB

Demam Brompton Redup, Sebeken Apa Sih Sepeda 'Para Sultan' Dulunya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sepeda Brompton Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Sepeda Brompton yang dijuluki sepeda 'para sultan' sempat booming di awal tahun pandemi COVID-19. Harga sepeda yang fantastis hingga ratusan juta mendadak jadi hobi para pejabat hingga pengusaha kala itu.

Bukan tanpa alasan, sepeda Brompton ngehits karena viral kasus Dirut Garuda yang menyelundupkan jenis sepeda ini. Tak sedikit pula yang baru tahu kalau harga Brompton selangit usai kasus viral Dirut Garuda terkuak.

Siapa sangka harga sepeda Brompton belakangan ini menurun, karena tak se-booming dulu. Penurunan harga disebut terjadi mulai awal hingga pertengahan 2021.

Para pedagang mengaku harga Brompton saat ini sudah paling murah. Memang berapa sih?

"Brompton harga distributor Rp 36 juta, terakhir saya cek di beberapa penjual sudah ada Rp 34 juta dan itu bisa ditambah bonus seperti helm atau tas. Brompton aja udah mulai turun ke situ," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (15/9/2021).

Sedikit kilas balik, banyak orang yang dulunya berani membeli sepeda Brompton karena investasi. Misalnya sepasang pasutri, yang kala itu membeli sepeda Brompton explore 2020 dua pasang, totalnya seharga Rp 104 juta.

"Daripada belanja yang nggak karuan, ini kan kaya beli emas jadi investasi, bisa dijual lagi dengan harga yang stabil," ujar Hari Sughandi, pengguna CFD yang juga owner PT Rush Cargo Nusantara, saat ditemui detikcom Minggu (8/12/2019).

Adapula yang memang sengaja beli karena ajang gengsi. Pria berusia 37 tahun yang berprofesi sebagai pengusaha bahkan membeli keluaran Brompton yang termasuk limited edition.

"Sama persis kan kaya kemrin yang viral kasus Dirut Garuda, yang ini warnanya juga sama, limited edition. Cuma diproduksi 2.000 aja di seluruh dunia," jelas Adi saat ditemui detikcom (8/12/2019).

"Ini cuma gengsi-gengsi aja sih sebenarnya," lanjut dia.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)