Kamis, 16 Sep 2021 12:19 WIB

Vaksin Merah Putih Unair Vs Varian Delta, Seampuh Apa? Siap Produksi 2022

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dan Universitas Airlangga (Unair) ditargetkan siap produksi pada 2022. Diprediksi akan dibanderol dengan harga Rp 71.000 per dosis, seperti apa kemempanan vaksin Merah Putih terhadap varian-varian Corona, termasuk varian Delta yang disebut-sebut biang kerok lonjakan kasus COVID-19 RI?

"Pre-clinical trial Fase 1 kita melihat bagaimana safety, keamanannya kemudian immunogenicity apakah dia setelah divaksin pada hewan apakah menimbulkan antibodi yang baik dan tentu efikasi," ujar Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (15/9/2021).

"Kami melakukan, tentu bersama tim Unair, challenge trial (uji tantang) dengan virus lokal juga bahkan pada makaka tim Unair juga melakukan Delta varian yang lagi 'happening'. Mudah-mudahan hasilnya baik, kelihatannya baik," lanjutnya.

Setelah uji praklinik, akan dilakukan clinical lot production, kemudian berlanjut pada clinical trial atau uji klinik Fase 1, 2, dan 3. FX Sudirman berharap jika hasilnya baik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bisa segera memberikan Izin Penggunaan Darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan dalam negeri ini.

"Timelinenya bagaimana? Kami berharap bulan April 2022 kami mendapatkan end term report untuk clinical trial Fase 3 sehingga itu dapat dijadikan dasar untuk menerbitkan EUA oleh BPOM dan tentu dengan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan," pungkas FX Sudirman.

(vyp/up)