Selasa, 21 Sep 2021 07:32 WIB

Diidap Legenda Bulutangkis Verawaty Fajrin, Kenali Fakta-fakta Kanker Paru

Vidya Pinandhita - detikHealth
Verawaty Fajrin Verawaty Fajrin (Foto: dok. Rosiana Tendean)
Jakarta -

Legenda bulutangkis Verawaty Fajrin tengah menjalani pengobatan akibat terkena kanker paru-paru sejak Maret 2020. Sudah menjalani lima kali kemoterapi, namun kondisinya tak kunjung membaik. Dengan bantuan Kemenpora, sang legenda kini dirawat di ruang VIP RS Dharmais ditangani tim dokter spesialis.

"Sore ini saya berkunjung ke RS Dharmais membesuk Ibu Verawaty Fajrin. Saya bersama Pak Dirut (dr. Soeko Werdi Nindito) dan suami dari ibu Verawaty Fajrin, Pak Fajrin, kami datang ke tempat ini dan menyampaikan salam dari Bapak Presiden Pak Jokowi untuk memastikan perawatan Verawaty semuanya berjalan dengan baik," kata Menpora Zainudin Amali dalam keterangannya.

"Pak Dirut sudah menyampaikan bahwa ini ditangani oleh tim dokter spesialis. Bahkan sekarang Verawaty dirawat di kamar VIP. Semua fasilitas akan diberikan oleh pemerintah khususnya oleh kami Kementerian Olahraga. Kami berharap dan berdoa mudah-mudahan Ibu Verawaty Fajrin segera diberi kesembuhan dan segera pulih kembali," lanjutnya.

Mengenal kanker paru-paru lebih dalam, ada efek rokok?

Kanker paru-paru adalah kanker yang terbentuk di jaringan paru-paru, umumnya pada sel lapisan saluran udara. Bisa diidap pria dan wanita, terdapat dua jenis utama yakni kanker paru-paru sel kecil dan non-sel kecil. Keduanya tumbuh berbeda dan ditangani secara berbeda. Namun, kasus yang lebih sering muncul adalah kanker paru-paru non-sel kecil.

Dikutip dari laman Medline Plus, kanker paru-paru dapat diidap oleh siapa saja tanpa diketahui penyebab jelasnya. Namun ada faktor-faktor tertentu yang memicu peningkatan risiko. Faktor paling besar yakni merokok.

Merokok tembakau diketahui menyebabkan sekitar 9 dari 10 kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 8 dari 10 kasus pada wanita. Semakin lama seseorang aktif merokok, semakin besar risiko kanker paru-paru. Risiko ini semakin besar jika perokok membarenginya dengan minum alkohol secara sering atau mengonsumsi suplemen beta karoten.

Pada perokok pasif, paparan asap rokok pun tak kalah berbahaya. Sebab, kombinasi asap dari rokok dan asap yang dihembuskan oleh perokok sama-sama bisa menyebabkan agen kanker, walau jumlahnya lebih sedikit.

Berikut beberapa faktor pemicu selain merokok:

  • Riwayat kanker paru-paru pada keluarga
  • Terpapar asbes, arsenik, kromium, berilium, nikel, jelaga, atau tar di tempat kerja
  • Terkena radiasi, seperti dari terapi radiasi ke payudara atau dada, radon di rumah atau tempat kerja, CT scan
  • Infeksi HIV
  • Polusi udara

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Eksklusif! Perjuangan Sutopo Melawan Kanker Paru Stadium 4B"
[Gambas:Video 20detik]