Senin, 20 Sep 2021 20:30 WIB

Diidap Verawaty Fajrin, Kenali Gejala Awal Kanker Paru yang Kerap Tak Disadari

Ayunda Septiani - detikHealth
Verawaty Fajrin Foto: dok. Rosiana Tendean
Jakarta -

Legenda bulutangkis Verawaty Fajrin saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena kanker paru yang diidapnya. Atlet yang berjaya di era 1980-an ini tengah dirawat di RS Kanker Dharmais.

Disebutkan, Verawaty Fajrin divonis mengidap kanker paru sejak Maret 2020. Mulai dari sana, Verawaty Fajrin rutin melakukan kemoterapi.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, kanker paru bisa saja terjadi pada siapa saja. Namun, kanker paru dilaporkan lebih banyak mungkin dialami oleh orang yang mempunyai kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok.

Bagaimana gejala kanker paru?

Gejala kanker paru sendiri bisa dideteksi sedini mungkin. Sayangnya, beberapa gejala ini kerap dianggap remeh karena sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja?

1. Batuk tak kunjung sembuh

Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Prof dr Anwar Jusuf, SpP(K) menjelaskan, tidak ada yang disebut batuk biasa.

Batuk merupakan reaksi tubuh saat ingin mengeluarkan sesuatu yang tak nyaman di sistem pernapasan. Harus diwaspadai apabila batuk tak juga kunjung sembuh meski sudah diberi antibiotik atau kembali kambuh.

2. Sesak napas

Sesak napas yang sebelumnya tidak ada bisa menandai gejala kanker paru. Sesak napas karena kanker ini biasanya terjadi meski pasien tidak melakukan aktivitas berat.

Rasa sesak napas muncul akibat pertumbuhan tumor yang menghalangi atau menekan saluran pernapasan.

3. Nyeri dada

Rasa nyeri di dada kerap muncul bersamaan dengan sensasi serupa pada kepala, bahu, dan lengan.

Rasa tidak nyaman di dada mungkin disebabkan kanker yang tumbuh atau menyebar di kelenjar getah bening, dinding dada, lapisan paru.

Selain itu, rasa tidak nyaman juga bisa diakibatkan oleh rusuk yang membengkak karena tersedak pertumbuhan sel kanker.

4. Benjolan pada leher dan lengan

Selain gejala di atas, dr Anwar memberikan contoh pada kondisi pasiennya seorang laki-laki berusia 40 tahun. Saat itu, pasien datang dengan kondisi nyeri terus-menerus di bahu kanan dan setelah itu tumbuh benjolan beberapa bulan kemudian.

Akhirnya, pasien disarankan melakukan biopsi dengan hasil ada positif kanker. Sel kanker ternyata awalnya tumbuhnya di paru bagian kanan yang menyebar hingga bahu.



Simak Video "Mengenal Rekonstruksi Payudara untuk Penyintas Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)