Kamis, 23 Sep 2021 19:00 WIB

Round Up

Disleksia dan Tantangan Deddy Corbuzier Belajar Membaca Al-Qur'an

Firdaus Anwar - detikHealth
Deddy Corbuzier Foto: Deddy Corbuzier (Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Deddy Corbuzier dalam podcastnya beberapa kali bercerita soal tantangannya belajar membaca Al-Qur'an. Hal ini disebabkan oleh kondisi disleksia yang diidapnya sejak masih anak-anak.

Deddy awalnya bercerita soal disleksia saat menjadi mualaf, pindah keyakinan memeluk agama Islam. Deddy mengaku berusaha belajar tulisan Arab lewat buku Iqro demi bisa membaca Al-Qur'an.

Hanya saja disleksia membuat dirinya jadi sulit menghapal dan menggunakan kata-kata.

"Ini jadi masalah ya saya itu usia 43 tahun dengan disleksia. Disleksia itu belajar baca aja waktu kecil setengah mati. Jadi ini suatu perjuangan tapi menarik dilakukan," kata Deddy tahun 2019 lalu.

Dikutip dari Mayo Clinic, disleksia merupakan gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Kondisi ini mempengaruhi saraf di otak yang berfungsi untuk memproses bahasa.

Nah belakangan Deddy kembali bercerita ia masih kesulitan membaca Al-Quran. Deddy kerap berusaha dengan mendengarkan contoh dari Youtube.

"Gua memang punya kelemahan untuk baca Al-Qur'an, gua jujur saja sama lu. Gua kan disleksia, itu gua baca Bahasa Indonesia saja kata-katanya bolak-balik. Jadi gue agak sulit, cara gue belajar gue dengerin di YouTube," ucap Deddy Corbuzier kepada Gus Miftah dalam podcast-nya, Minggu (19/9/2021).

dr Kristiantini Dewi, SpA, yang akrab disapa dr Tian dari Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI) menjelaskan pada umumnya ketika seseorang melihat simbol dan lambang maka ada bagian spesifik di otak kiri yang bekerja dan mengolah informasi. Namun, pada orang dengan disleksia bagian otak yang digunakan berbeda.

Disleksia mungkin bisa membuat seseorang jadi lebih lambat belajar, namun demikian bukan berarti pengidapnya pasti bodoh.

"Hal ini terjadi pada orang dengan tingkat intelgensia yang normal malah pada beberapa kasus pada orang pintar. Contoh seperti Albert Einstein atau Steven Spielberg. Jadi disleksia itu muncul pada orang normal bahkan cerdas tapi mereka memang kesulitan untuk berbahasa," papar dr Tian.

Tingkat keparahan disleksia bisa bervariasi, hanya saja ada beberapa tanda atau gejala khas pada pengidapnya yang bisa diperhatikan sebagai berikut:

- Disleksia pada anak

1. Terlambat berbicara
2. Belajar kata-kata baru secara perlahan
3. Bermasalah dalam membentuk kata-kata dengan benar, seperti menirukan kata-kata dari suara yang didengar atau sulit membedakan kata-kata karena terdengar sama
4. Kesulitan mengingat atau menamai huruf, angka, dan warna
5. Kesulitan mempelajari lagu anak-anak atau bermain game berima
6. Kemampuan membaca jauh di bawah usia seumur

- Disleksia pada orang dewasa

1. Kesulitan membaca, termasuk membaca nyaring
2. Masalah ejaan
3. Menghindari kegiatan yang melibatkan membaca
4. Kerap salah mengucapkan nama atau kata, atau masalah mengambil kata
5. Kesulitan memahami candaan atau ungkapan yang memiliki makna dari kata-kata (idiom) tertentu
6. Menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan tugas-tugas yang melibatkan membaca atau menulis
7. Sulit belajar bahasa baru

Beberapa penelitian menyebut disleksia bisa disebabkan karena faktor genetik keturunan dan hal-hal lain yang belum diketahui.



Simak Video "Pengakuan Deddy Corbuzier Sempat Kena Covid-19 dan Nyaris Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)