Jumat, 24 Sep 2021 13:30 WIB

Dikeluhkan Tukul Arwana, Ini Beda Pusing Pendarahan Otak Vs Pusing Biasa

Ayunda Septiani - detikHealth
Tukul Arwana saat tampil di acara Hitam Putih. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta -

Belum lama ini kabar datang dari Tukul Arwana yang mengalami pendarahan otak dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sebelumnya, ia sempat mengeluhkan gejala pusing, dan setelah itu ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang lemas.

Bagaimana cara membedakan pusing biasa dengan pusing pendarahan otak?

Dijelaskan dokter spesialis saraf dari RS Pondok Indah, dr Rubiana Nurhayati, SpS, yang dialami oleh Tukul disebut dengan stroke perdarahan atau biasa disebut pendarahan otak, ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah.

"Sakit kepala karena pendarahan otak yang timbulnya mendadak dan kadang menyebabkan penurunan kesadaran dan defisit neurologis seperti kelemahan, kesemutan ekstremitas sebelah sisi tubuh," paparnya, saat dihubungi detikcom, Jumat (24/9/2021).

Dijelaskan dr Ruby, gejala tersebut tergantung volume atau luasnya pendarahan dan letak pendarahan di otak.

"Defisit neurologis bisa berupa kelemahan, kesemutan satu sisi tubuh, mulut mencong, bicara pelo," tambahnya.

Pada sakit kepala biasa, biasanya rasa sakit muncul di beberapa lokasi, seperti bagian depan, belakang, atau atas kepala. sakit kepala biasa berlangsung dengan durasi 30 menit atau beberapa jam, tapi bisa menurun bahkan menghilang dengan obat pereda rasa sakit.

Sakit kepala yang berlebih bisa saja berakibat fatal karena sensasi rasa sakit yang menyerang daerah kepala dan leher bagian atas. Dengan intensitas yang berbeda-beda, sakit kepala bisa diredakan. Dan tidak ada tambahan gejala lain yang mengiringi sakit kepala biasa.

Meski begitu, bila sering sakit kepala, dr Ruby menyarankan untuk melakukan magnetic resonance imaging (MRI) atau magnetic resonance angiography (MRA brain) untuk melihat apakah ada aneurisma atau Malformasi arteri vena (AVM) yg merupakan kelainan pembuluh darah otak.



Simak Video "Kenali Hubungan Hipertensi dan Pendarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)