Sabtu, 02 Okt 2021 05:55 WIB

Pembuluh Darah Otak Pecah Gara-gara BAB Ngeden? Bukan Stroke, Itu Aneurisma

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Man suffers from diarrhea is sitting on toilet bowl and toilet paper roll near his legs - diarrhea concept Ngeden saat BAB bisa picu perdarahan otak yang fatal (Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz)
Jakarta -

Ngeden terlalu kuat saat buang air besar (BAB) bisa meningkatkan tekanan intra cranial, yang bisa memicu perdarahan di otak. Tapi itu bukan stroke, melainkan aneurisma.

Dokter bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, menjelaskan aneurisma adalah benjolan yang terjadi pada pembuluh darah otak. Dinding yang tipis di bagian tertentu membentuk gelembung yang sewaktu-waktu bisa pecah dan memicu perdarahan di otak.

"Dari 100, ada sekitar 2-3 orang yang di dalam otaknya ada aneurisma, yang tinggal meledak saja sewaktu-waktu. Hanya saja kalau aneurisma pecahnya usia 45 tahun ke atas," jelas dr Ryu, sapaannya, dalam program e-Life detikcom, Jumat (1/10/2021).

"Ini bukan stroke. Hanya saja gejala dan tandanya bisa hampir sama dengan stroke, nyeri kepala hebat," tegasnya.

Meski berbeda dengan stroke, pecahnya aneurisma di otak menurut dr Ryu tidak kalah mematikan. Bahkan bisa lebih fatal. Karenanya, ia menyebut idealnya seseorang yang merasa punya risiko untuk melakukan pemeriksaan.



Simak Video "Masih Muda Kena Stroke, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)