Jumat, 24 Sep 2021 13:45 WIB

Daftar KIPI Vaksin Corona, Pendarahan Otak yang Dialami Tukul Arwana Tak Termasuk

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tukul Arwana saat tampil di acara Hitam Putih. Tukul Arwana. (Foto: Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta -

Tukul Arwana kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur. Ia dirawat di rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak beberapa waktu lalu.

Namun, beberapa orang mengaitkan kondisi Tukul saat ini dengan efek samping vaksinasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin COVID-19. Sebab, enam hari sebelumnya pada 18 September 2021 ia baru saja menjalani vaksinasi.

Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K) menegaskan kasus Tukul ini tidak ada kaitannya dengan vaksin Corona. Sebab, KIPI serius biasanya muncul saat seseorang memiliki riwayat penyakit berat dan tidak jujur terkait kondisinya sebelum vaksinasi dilakukan.

"Apabila melihat kejadian 3 Hari setelah vaksin dan ada riwayat hipertensi, kolesterol, kelebihan berat badan, dan faktor predisposisi lainnya, maka sangat mungkin tidak ada keterkaitan KIPI yang dialami beliau terkait vaksin," kata Prof Hinky pada detikcom, Jumat (24/9/2021).

"Namun investigasi saya yakin sedang dilakukan komda DKI yang apabila telah lengkap akan kita audit bersama dengan Komnas, kita tunggu ya," sambungnya.

Lalu, apa saja efek samping atau KIPI dari vaksin Corona yang sering terjadi?

Umumnya, efek samping vaksin COVID-19 dibagi atas beberapa kriteria. Mulai dari reaksi lokal atau di tempat suntikan, reaksi sistemik, hingga reaksi serius.

Reaksi lokal (di area yang disuntik)

- Nyeri
- Kemerahan
- Bengkak
- Pengerasan
- Gatal
- Pegal

Reaksi sistemik

- Demam
- Pusing
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Diare
- Perubahan nafsu makan
- Lemas
- Mengantuk

Reaksi serius

Reaksi serius diartikan sebagai kasus yang menyebabkan penerima vaksin harus dirawat inap, mengalami kecacatan, menimbulkan keresahan masyarakat, hingga menyebabkan kematian. Berikut daftar reaksi serius dari Komnas KIPI dan Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Berikut daftarnya.

- Reaksi alergi, urtikaria, dermatitis, anafilaksis
- Syok anafilaksis
- Sindrom syok toksik
- Pingsan
- Kejang
- Trombositopenia
- Episode hiporesponsif



Simak Video "Masih Muda Kena Stroke, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)