Jumat, 24 Sep 2021 15:12 WIB

PeduliLindungi Sedang Uji Coba untuk Screening Sekolah Tatap Muka

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilakukan di Siswa SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Anak-anak tampak gembira bisa masuk sekolah lagi. Foto: Whisnu Pradana
Jakarta -

Kemendikbudristek mengklarifikasi terkait seribuan lebih klaster COVID-19 yang tercatat selama masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Disampaikan, ada kesalahan dalam penginputan data berdasarkan aplikasi yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek.

"Dikarenakan keterbatasan akurasi, kita tahu validitas laporan kurang karena ke lapangan tidak mungkin maka saat ini Kemendikbudristek dan Kemenkes sedang uji coba pendataan baru lewat PeduliLindungi," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri dalam konferensi pers Jumat (24/9/2021).

Pengintegrasian data ini kata Jumaeri masih dalam tahap uji coba. Terkait teknis penggunaannya, pihaknya masih menunggu hasil uji dari tim terkait dan solusinya terlebih tak semua anak memiliki gadget khususnya siswa di daerah terpencil.

Terjadinya miskonsepsi mengenai data satuan pendidikan soal kasus dan klaster COVID-19 ini membuat banyak orang tua menjadi cemas dan khawatir terkait rencana pembukaan sekolah tatap muka. Jumeri mengatakan hambatan-hambatan tersebut akan diatasi sesegera mungkin agar anak-anak bisa masuk sekolah dengan aman.

"Ini ikhtiar kita untuk membuka dan tetap mengikuti level COVID yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya.



Simak Video "Awas! Waspadai Aplikasi PeduliLindungi Palsu"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)