Minggu, 26 Sep 2021 15:16 WIB

Pakar Akui COVID-19 RI Terkendali, Ini Saran Penting Agar Tak Naik Lagi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Ilustrasi. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Pakar epidemiologi mengakui pandemi COVID-19 Indonesia benar-benar terkendali. Namun hal ini belum menjadi lampu hijau untuk masyarakat lepas waspada. Sebab untuk mempertahankan kondisi baik RI, terdapat catatan tertentu.

"(Data) bukan bohong-bohongan, tapi itu real. Di Jakarta kemarin kematian hanya tiga orang seperti sebelum pandemi kematian, karena COVID-19 di awal-walap pandemi lebih rendah. Menunjukkan bahwa untuk sementara, saya tekankan sementara, pandemi terkendali," terang ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono dalam diskusi daring, Jumat (26/9/2021).

Namun Pandu menegaskan untuk mempertahankan kondisi baik ini, penanganan COVID-19 RI wajib dilakukan secara optimal dalam skala nasional, tidak bisa diserahkan ke wilayah masing-masing. Sebab, penanganan pandemi berkaitan dengan potensi penularan akibat pergerakan masyarakat.

"Penanganan pandemi betul-betul terkoordinasi secara secara nasional. Itu yang saya sarankan sejak tahun lalu bahwa penanganan pandemi tidak bisa by province, tapi harus nasional karena penularan itu kan orang bergerak menularkan ke seluruh wilayah," jelas Pandu.

Namun di lain sisi, setiap pemerintah daerah memiliki kemampuan untuk menangani kondisi pandemi COVID-19 di wilayahnya sendiri. Ia mencontohkan, pemerintah DKI Jakarta tak mungkin bertanggung jawab atas penanganan di seluruh wilayah Jabodetabek. Walhasil, diperlukan komunikasi dalam upaya penanganan di masing-masing wilayah.

"Jadi yang daerah, melaksanakan daerah. Tetapi, semua terkendali secara nasional. Itu kunci keberhasilannya, kesatuan gerak aksi nasional," pungkasnya.



Simak Video " Kata Epidemiolog soal Dihapusnya Angka Kematian untuk Indikator PPKM "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)