Senin, 27 Sep 2021 15:40 WIB

Waspada, Penyakit Jantung Jadi Penyebab Kematian Tertinggi pada Wanita

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Ilustrasi sakit jantung Penyakit jantung penyebab tertinggi kematian pada wanita. (Foto: iStock)
Jakarta -

Penyakit jantung tak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga menyerang usia produktif atau generasi milenial, bahkan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi pada wanita.

Pernyataan ini disampaikan spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito Anggarino Damay, SpJP dalam konferensi pers Yayasan Jantung Indonesia, Senin (27/9/2021).

Banyak orang yang mungkin mengira bahwa penyebab kematian tertinggi pada wanita adalah kanker serviks atau kanker payudara. Nyatanya, justru penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada wanita dan menyerang kelompok usia produktif. Dokter Vito mengungkap salah satu pasiennya merupakan wanita usia 30 tahun.

"Penyebab kematian tertinggi pada perempuan bukan kanker serviks, bukan kanker payudara, tetapi penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung," ungkap dr Vito.

Gaya hidup yang sehat masih menjadi menjadi cara paling ampuh mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Pola gaya hdiup sehat sangat penting, terutama di masa pandemi dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tanpa disadari, selama PPKM seseorang mungkin menjadi jarang bergerak dan mengurangi aktivitas fisiknya serta tidak menjaga asupan makanan. Ini yang ditekankan dr Vito yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

"Orang di rumah sekarang banyak kerja mungkin bisa online sehingga waktu kerja nggak tentu sehingga orang bisa makan seenaknya kapan saja, lalu orang jarang jalan-jalan kecuali yang sering olahraga ya," tuturnya.

Tentunya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung. dr Vito menyebut langkah-langkah ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 80 persen jika rutin dilakukan.

"Stop ngerokok, rajin bergerak, kontrol tekanan darah, kontrol kolesterol, kontrol diabetes, mengurangi itu semua, mengurangi faktor risiko jantung itu membuat seseorang menurunkan risiko sampai 80 persen. Lalu checkup untuk melihat masalah pada jantung Anda," papar dr Vito.



Simak Video "Waspada Tanda-tanda Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)