Selasa, 28 Sep 2021 06:59 WIB

Viral Jurnal Medis The Lancet Dikecam Usai Sebut Wanita 'Tubuh dengan Vagina'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
The Lancet mendapat kecaman Jurnal medis The Lancet dikecam netizen. (Foto: Tangkapan layar The Lancet)
Jakarta -

Jurnal medis ternama The Lancet mendapat kecaman dari netizen karena menggambarkan wanita sebagai 'tubuh dengan vagina' di halaman depan edisi terbarunya.

The Lancet dituduh melakukan seksisme dan merendahkan perempuan setelah editornya menggunakan istilah tersebut, yang ditulis dalam sebuah artikel berjudul 'Periods on Display', di sampul depan jurnal dalam upaya untuk inklusif kepada orang-orang transgender.

Dikutip dari DailyMail, artikel tersebut, yang diterbitkan pada 1 September, meneliti sebuah pameran yang mengeksplorasi tabu dan sejarah periode di Museum Vagina di London. Penulis menggunakan kata 'wanita' tetapi juga menggunakan istilah 'tubuh dengan vagina'.

Kutipan tersebut, yang kemudian digunakan di halaman depan jurnal itu, berbunyi: 'Secara historis, anatomi dan fisiologi tubuh dengan vagina telah diabaikan.'

Hanya saja langkah untuk menampilkan kutipan di sampul depan jurnal tersebut mendapat kritik, dengan beberapa akademisi menyebutnya 'menghina dan kasar'.

Itu terjadi hanya beberapa bulan setelah para kritikus mengecam Brighton and Sussex University Hospitals NHS Trust setelah mengatakan kepada staf untuk menggunakan istilah seperti 'orang tua yang melahirkan' dan 'ASI' daripada merujuk pada 'ibu' dan 'ASI'.

Prof David Curtis, profesor kehormatan genetika di University College London, di laman Twitternya menuliskan bahwa ia tak akan lagi membaca apapun yang ditulis di The Lancet.

"Hanya menulis untuk memberitahu Lancet agar mengeluarkan saya dari daftar pengulas statistik mereka dan membatalkan langganan saya dan tidak pernah menghubungi saya tentang apa pun lagi," tulisnya.

Baru-baru ini, editor The Lancet, Richard Horton, memberikan klarifikasi setelah studi 'Periods on Display menjadi viral.

Dalam statementnya, ia mengatakan The Lancet berusaha menjadi inklusif kepada semua orang dalam visinya untuk memajukan kesehatan. Ia juga mengatakan telah melihat banyaknya ungkapan negatif setelah memberikan kesan telah merendahkan dan meminggirkan perempuan.

"Mereka yang membaca The Lancet secara teratur akan mengerti bahwa ini tidak akan pernah menjadi niat kami. Saya minta maaf kepada pembaca kami yang tersinggung dengan kutipan sampul dan penggunaan kata-kata yang sama dalam ulasan ini," tulisnya dikutip dari laman The Lancet.



Simak Video "Kritikan Keras The Lancet Atas Penanganan COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)