Selasa, 28 Sep 2021 05:15 WIB

Round Up

Tudingan Wamenkes Soal 'Varian Preman' Biang Kerok Amukan COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Varian 'preman' B1617.2 dituding jadi pemicu lonjakan COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono menuding varian Delta (B1617.2) sebagai 'varian preman'. Varian ini memicu lonjakan kasus, bahkan di negara yang dianggap sudah mencapai herd immunity COVID-19.

Amerika Serikat, Inggris, dan Israel merupakan 3 negara yang merasakan amukan 'varian preman' B1617.2 beberapa waktu lalu. Padahal, tingkat vaksinasi di ketiga negara tersebut relatif sudah cukup tinggi.

"Di Inggris, ketika lonjakan disebabkan oleh Alpha (B117), kemudian Delta masuk. Ini premannya masuk, menggantikan dominasi varian Alpha menjadi Delta," jelas Wamenkes dalam rakornas Kemenparekraf, Senin (27/9/2021).

Hal yang sama juga terjadi di Amerika Serikat dan Israel. Di kedua negara tersebut, sejumlah varian lokal sempat mendominasi sebelum akhirnya dipalak 'preman' varian Delta.

"Premannya yang sekarang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus di hampir semua negara adalah varian Delta," jelas Wamenkes.

"Walaupun ada varian Lambda (C.37) dan varian Mu (B1621), tetapi kelihatannya varian Lambda dan varian Mu ini tidak memberikan dominasi terhadap varian delta," lanjutnya.

Wamenkes juga menyinggung banyaknya warga dengan kategori 'hitam' di PeduliLindungi, masih berkeliaran mencoba masuk mal. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2