ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Sep 2021 16:34 WIB

Ada Wacana Vaksin Berbayar Tahun 2022, Anak 12 Tahun Masih Ditanggung Negara?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksinasi COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 berbayar diwacanakan pemerintah akan dimulai pada tahun 2022 setelah minimal 70 persen target vaksinasi selesai. Rencananya vaksin berbayar ini akan diberlakukan kepada masyarakat yang tidak masuk ke dalam kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Pemerintah menekankan ini baru bersifat wacana dan belum diputuskan. Meski begitu, muncul kekhawatiran apakah nantinya anak yang baru berusia 12 tahun pada tahun 2022 tetap digratiskan vaksinasinya atau ditanggung oleh orang tua masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kemenkes, dr Prima Yosephine, mengatakan sejauh ini wacana vaksin COVID-19 berbayar akan diberlakukan kepada mereka yang tidak masuk kelompok PBI. Artinya, jika anak tersebut masuk ke dalam kelompok PBI, biaya vaksinasinya akan ditanggung oleh negara.

"Ini masih dalam pembahasan. Jadi kemarin berdasarkan keanggotaan yang tadi saya sampaikan. Kalau memang anak itu masuk ke kelompok PBI, maka menjadi tanggungan negara tentunya," kata dr Prima dalam diskusi daring, Kamis (29/9/2021).

"Tapi kalau dia non-PBI, maka jadi tanggungan sendiri. Itu pembahasannya, tapi belum selesai ya, masih banyak yang perlu dipertimbangkan lagi," sambungnya.

dr Prima pun berjanji pihaknya akan mensosialisasikan kepada masyarakat ketika sudah ada keputusan terkait wacana vaksin COVID-19 berbayar.

"Ini masih wacana dan nanti tentu ada sosialisasi kalau sudah putus, tapi sampai sekarang belum," tuturnya.



Simak Video "China Setujui Vaksin Covid-19 Hirup, Cocok Buat yang Takut Suntik"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT