Rabu, 29 Sep 2021 19:00 WIB

Pasien Sembuh dari COVID-19 Bisa Alami Fibromyalgia, Kondisi Apa Lagi Itu?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Foto ilustrasi: Getty Images/Xesai
Jakarta -

Pasien Corona yang sudah sembuh berisiko mengalami long COVID. Ini merupakan suatu kondisi pasien masih mengalami gejala COVID-19 meski sudah dinyatakan pulih dari penyakit tersebut.

Salah satu kondisi yang dapat dialami pasien long COVID adalah fibromyalgia. Berdasarkan penelitian di Italia, sebanyak 30,7 persen dari 600 pasien Corona yang telah sembuh bisa mengalami fibromyalgia.

Rata-rata mereka mengalami kondisi tersebut setelah 6 bulan dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sementara itu, National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS) menemukan bahwa sekitar 5 juta orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat mengalami fibromyalgia, 80-90 persen pasien adalah wanita.

Dikutip dari Times of India, fibromyalgia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri otot meluas disertai dengan kelelahan, gangguan tidur, gangguan suasana hati, masalah memori, dan lain-lain.

Secara umum, gejala fibromyalgia mungkin menyerupai radang sendi. Namun, kondisi ini tidak menyebabkan peradangan sendi atau otot, melainkan hanya mempengaruhi jaringan lunak dan bukan sendi.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya fibromyalgia pada pasien Corona adalah obesitas dan pernah dirawat intensif atau dirawat dengan oksigen tambahan.

Apabila pasien mengalami kondisi ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala fibromyalgia. Di antaranya sebagai berikut.

  • Olahraga teratur
  • Meditasi
  • Terapi fisik dan akupunktur
  • Pijat
  • Pola makan sehat
  • Hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Perbaiki pola tidur.


Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)