Kamis, 30 Sep 2021 14:00 WIB

Studi Ungkap Efek Samping yang Dirasakan Penerima Vaksin Booster COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Ilustrasi vaksin booster. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Vaksin boosterCOVID-19 kini tengah ramai dibicarakan banyak orang. Terlebih beberapa negara di dunia sudah mulai memberikan vaksin booster, sementara Indonesia masih menunggu regulasi dari pemerintah.

Seperti vaksin pertama dan kedua, vaksin booster juga memiliki efek samping. Hal ini diungkapkan melalui studi yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Menurut studi tersebut, efek samping dari vaksin booster hampir serupa dengan efek samping yang muncul usai mendapat vaksin dosis kedua. Meski begitu, efek samping vaksin ini masih bisa ditoleransi dengan baik oleh tubuh.

"Frekuensi dan jenis efek samping serupa dengan yang terlihat setelah dosis vaksin kedua dan sebagian besar ringan atau sedang dan jangka pendek," jelas direktur CDC Rochelle Walensky dalam laporan mingguan morbiditas dan mortalitas, dikutip dari CNN, Kamis (30/9/2021).

Hasil ini didapatkan setelah menganalisis data v-safe CDC dari 22.191 penerima vaksin booster. Mereka melaporkan efek samping apa saja yang muncul usai mendapatkan vaksin booster tersebut.

Sekitar 7.000 atau hampir 32 persen orang melaporkan mengalami efek samping. Sementara 6.200 atau sekitar 28 persen melaporkan tidak bisa melakukan aktivitas secara normal pada hari setelah mendapat booster.

Dari studi CDC, berikut beberapa efek samping dari vaksin booster:

  • Nyeri di tempat suntikan sebanyak 71 persen, 7 persen di antaranya mengaku parah dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
  • Kelelahan sebanyak 56 persen
  • Sakit kepala 43,4 persen
  • Hampir 2 persen mencari perawatan medis
  • Sebanyak 13 orang dirawat di rumah sakit

Dari 12.591 orang yang melaporkan efek samping pada setiap dosis vaksin mRNA, sebanyak 79,4 persen melaporkan reaksi lokal pada vaksin booster dan 74,1 persen mengalami reaksi sistemik. Reaksi ini mirip dengan reaksi usai mendapat dosis kedua yaitu 77,6 persen melaporkan reaksi lokal dan 76,5 persen reaksi sistemik.

"Dosis ketiga vaksin COVID-19 tampaknya aman dan orang-orang mengalami reaksi ringan hingga sedang yang serupa dengan dosis vaksin COVID-19," tulis studi tersebut.

Namun, dalam studi ini tidak merincikan jenis vaksin yang didapat penerima untuk vaksin booster. Tetapi, sebagian penerima booster mengatakan mendapat vaksin dari perusahaan yang berbeda dengan vaksin dosis pertama dan kedua sebelumnya.



Simak Video "Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)