ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Sep 2021 21:07 WIB

Kata BPOM Soal Mikroplastik dalam Air Minum Dalam Kemasan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi Galon Air Mineral BPOM memberi penjelasan terkait isu mirkoplastik dalam air minum kemasan. (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Universitas Indonesia dan Greenpeace baru-baru ini membuat penelitian mengenai kandungan mikroplastik dalam air galon sekali pakai. Studi yang dilakukan pada dua sampel air galon kemasan menemukan adanya partikel mikroplastik, meski tidak melebihi batas aman WHO.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya pernah menyampaikan pernyataan mengenai kandungan mikroplastik dalam air minum dalam kemasan (AMDK). BPOM menyebut belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia.

The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) selaku lembaga pengkaji risiko untuk keamanan pangan di bawah FAO-WHO belum mengevaluasi toksisitas plastik dan komponennya.

"Belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik. Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan," tulis BPOM dalam laman resminya seperti yang dikutip detikcom, Kamis (30/9/2021).

BPOM menegaskan akan terus memantau isu mikroplastik dan berkoordinasi dengan lintas keahlian, akademisi, kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi baik ditingkat nasional maupun internasional.

Pihaknya mengimbau konsumen tetap tenang karena keamanan, mutu dan gizi produk AMDK yang beredar di Indonesia sudah diatur dalam SNI AMDK (Wajib SNI) dan Peraturan Kepala Badan POM, yang standarnya sejalan dengan standar internasional yang ditetapkan dalam Codex.

"BPOM RI terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sesuai dengan standar yang berlaku," pungkasnya.



Simak Video "Waspada! Bahaya Kontaminasi Mikroplastik Pada Galon Sekali Pakai"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT