Kamis, 30 Sep 2021 10:05 WIB

Hati-hati! Ilmuwan UI Temukan Mikroplastik dalam Air Galon Sekali Pakai

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Ilustrasi Galon Air Mineral Ilustrasi galon. (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia bekerjasama dengan Greenpeace menemukan adanya kandungan mikroplastik dalam air minum galon sekali pakai.

"Galon sekali pakai dipilih sebagai objek penelitian, karena belum terdapat penelitian terdahulu yang spesifik merespons penggunaan galon sekali pakai," ujar Dr rer.nat., Agustino Zulys, M.Sc. dari Universitas Indonesia.

Penelitian ini dilakukan pada dua sampel air galon dalam kemasan. Selain itu, riset ini juga meneliti sumber mata air, yakni Mata Air Sentul dan Mata Air Situ Gunung.

Hasilnya, sampel pertama galon sekali pakai memiliki kandungan mikroplastik sebanyak 85 juta partikel per liter atau setara dengan berat 0,2 mg/liter. Sementara kandungan mikroplastik dalam galon sekali pakai sampel kedua, ditemukan sebanyak 95 juta partikel/liter atau setara dengan berat 5 mg/liter.

Sementara analisa terhadap sumber mata air yakni Mata Air Sentul dan Mata Air Situ Gunung, menemukan semuanya mengandung mikroplastik juga dengan ukuran berkisar antara 3,20 μm hingga 66,56 μm.

Mikroplastik yang ditemukan di sumber air faktanya lebih sedikit dengan yang ditemukan pada air minum dalam kemasan (AMDK). Artinya, mikroplastik yang ditemukan pada AMDK adalah degradasi dari plastik kemasan itu sendiri.

Temuan mikroplastik dalam sampel memang tidak melebihi batas aman yang diberikan oleh WHO. Namun, bila dikonsumsi dalam jangka panjang, berpotensi berisiko tinggi bagi kesehatan manusia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik tahun 2016, sekitar 31 persen masyarakat Indonesia menjadikan AMDK sebagai sumber konsumsi air minumnya. Angka ini adalah yang tertinggi dibandingkan sumber air lainnya.

Tingkat ketergantungan masyarakat pada AMDK ini berpeluang menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan seperti kerusakan jaringan dan risiko kanker. Untuk itu, para produsen AMDK diimbau untuk memerhatikan kemasan produknya.

"Metode pengiriman alternatif harus menjadi pilihan utama bagi produsen, karena jelas plastik sekali pakai berpeluang mengancam kesehatan dan menambah beban lingkungan," ujar Afifah Rahmi Andini dari Greenpeace Indonesia.



Simak Video "Waspada! Bahaya Kontaminasi Mikroplastik Pada Galon Sekali Pakai"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)