Jumat, 01 Okt 2021 09:30 WIB

DKI Diprediksi Nol Kasus Kematian Corona 1-2 Pekan ke Depan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. DKI Jakarta diprediksi nol kasus kematian COVID-19 1-2 pekan mendatang. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menyebut satu hingga dua pekan ke depan DKI Jakarta kemungkinan besar mencatat nol kasus kematian COVID-19. Hal ini dikarenakan cakupan vaksinasi lansia di ibu kota sudah melampaui target.

Berdasarkan catatan corona.jakarta.go.id per 30 September, vaksinasi lansia di DKI Jakarta dosis pertama mencapai 91,4 persen, sementara dosis kedua sudah di angka 80 persen. Pandu mencontohkan tren kasus kematian Corona di Inggris yang memprioritaskan vaksinasi lansia.

"Yang pertama kali saya ingat Inggris itu bisa angka kematiannya zero (nol) ketika terjadi peningkatan kasus di gelombang baru, karena dia salah satu negara yang sejak awal memprioritaskan vaksinasi lansia," jelas Pandu saat dihubungi detikcom Jumat (1/10/2021).

"Nah, vaksinasi lansia di DKI tinggi, ini pasti akan berdampak pada penurunan kasus dan juga sumbangsih penurunan keterisian rumah sakit, kematian menurun, ini akan suatu ketika, minggu ini, minggu depan, cuma satu atau dua atau bahkan sampai zero," lanjut Pandu.

Hal ini harus menjadi perhatian sejumlah wilayah di Indonesia dengan cakupan lansia yang masih rendah. Sebab, strategi tersebut menjadi prioritas utama untuk mencegah kembali terjadinya kolaps fasilitas kesehatan seperti di Juli lalu.

Pandu meminta agar jemput bola vaksinasi lansia di daerah-daerah dimasifkan. Banyak lansia di antaranya kesulitan mengakses fasilitas vaksinasi hingga tak ada pendamping.

Banyak negara yang kini kembali diserang lonjakan kasus COVID-19, Pandu meminta masyarakat tetap waspada menjaga tren penurunan kasus Corona. Termasuk upaya pemerintah mewaspadai pintu masuk Indonesia untuk mencegah varian baru Corona.

"Bahkan ini fase paling berat (untuk mempertahankan tren kasus). Ini harus diperketat pintu masuk-nya untuk kemungkinan varian baru Corona," tegas Pandu sembari mengingatkan kemungkinan peningkatan mobilitas di akhir tahun.



Simak Video "DKI Jakarta Peringkat 47 Kota Respons Covid-19 Terbaik Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)