Jumat, 01 Okt 2021 10:35 WIB

Wanita Ini Selamat dari Pandemi Flu 1918, Meninggal Akibat COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Close up hand of elderly patient with intravenous catheter for injection plug in hand during lying in hospital ward room Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita yang selamat dari pandemi flu Spanyol 1918 meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19. Primetta Giacopini tutup usia pada 105 tahun.

Putrinya, Dorene Giacopini yang berusia 61 tahun mengatakan bahwa ibunya adalah seorang pejuang. Selamat dari pandemi besar disebut sebagai perjuangan bertahan hidup yang besar dari Primetta.

"Saya pikir ibu saya bisa hidup lebih lama lagi jika dia tidak terkena COVID-19," kata Giacopini saat berbincang dengan AP News, dikutip Jumat (1/10/2021).

Ibu Primetta, Pasquina Fei, meninggal di Connecticut karena flu Spanyol pada tahun 1918. Ia meninggal pada usia 25 tahun. Primetta baru berusia 2 tahun ketika ibunya meninggal.

Ayahnya, yang seorang buruh, tidak ingin membesarkan Primetta atau adik perempuannya, Alice. Dia mengirim Alice kembali ke Italia dan menyerahkan Primetta kepada keluarga angkat yang kemudian pindah ke Italia pada tahun 1929.

Hidup Primetta yang dikisahkan penuh perjuangan harus berakhir saat ia terinfeksi Corona pada 9 September 2021.

Primetta batuk-batuk dan dua hari kemudian masuk ruang gawat darurat. Tingkat oksigennya terus menurun selama enam hari dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia meninggal dua hari kemudian, tepatnya pada 16 September, dalam usia 105 tahun.

"Dia memiliki jantung yang kuat sehingga dia tetap hidup selama lebih dari 24 jam setelah mereka mengeluarkan oksigen," kata Giacopini.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)