Sabtu, 02 Okt 2021 22:00 WIB

Sembuh dari COVID-19, Pria Ini Alami Sensasi Aneh di Anusnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Sebuah laporan medis baru yang diterbitkan oleh dokter di Jepang mengungkap kondisi misterius yang berkaitan dengan COVID-19. Penyakit tersebut yaitu penyakit restless anal syndrome atau sindrom anal gelisah, yang mirip seperti restless legs syndrom (RLS).

Kondisi ini dialami pria berusia 77 tahun yang baru saja keluar dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran Tokyo, usai dirawat selama 21 hari akibat COVID-19. Meski sudah sembuh, ia kembali melaporkan gejala baru yang membuatnya tidak nyaman.

Dikutip dari New York Post, pria tersebut mengatakan pada dokter bahwa ia mulai merasakan 'ketidaknyamanan di bagian analnya', yaitu di daera antara anus dan alat kelaminya. Kondisi ini membuat sistem pencernaan pria tersebut tidak nyaman.

Beberapa hari kemudian, pria itu menyadari bahwa rasa tidak nyaman pada anusnya itu bisa reda saat ia melakukan aktivitas fisik. Tetapi, saat berbaring, rasa tidak nyaman itu malah meningkat, terutama di malam hari.

Setelah diperiksa melalui prosedur Kolonoskopi, ternyata pria tersebut menderita wasir, tapi tidak menjawab penyebab rasa tidak nyaman yang ia alami.

Saat itulah dokter menganggap kondisinya yang merasa tidak nyaman di analnya itu termasuk gejala neurologis. Gejala tersebut mirip seperti RLS, yang telah terdeteksi pada dua orang pasien yang pulih dari COVID-19.

"Hubungan antara penyakit (COVID-19) dan RLS belum dipahami. Mungkin ini merupakan kasus sindrom anal gelisah pertama yang didokumentasikan terkait dengan COVID-19," tulis penulis laporan, Dr Itaru Nakamura.

Restless Legs Syndrom (RLS) atau sindrom kaki gelisah adalah suatu kondisi yang menyebabkan dorongan yang tidak terkendali untuk menggerakkan kaki, biasanya karena sensasi tidak nyaman. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini biasanya terjadi di malam hari, saat duduk ataupun berbaring.

Sindrom ini dialami pada sekitar 3 juta orang di Amerika dan gejalanya bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya, seperti lengan hingga wajah.

Untuk membantu pasiennya, Dr Nakamura memberikannya obat penenang clonazepam (klonopin). Obat ini berfungsi untuk membantu mengendurkan otot-otot anusnya. Setelah 10 bulan menjalani perawatan, kondisi pria tersebut mulai membaik.



Simak Video "Terdeteksi di 38 Negara, Penularan Varian Omicron Meningkat "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)