Senin, 04 Okt 2021 06:30 WIB

Dokter Bedah Saraf Ingatkan Terapi Kejut Listrik Tak Sembuhkan Stroke!

Syifa Aulia - detikHealth
Ilustrasi kesetrum Terapi kejut listrik berbahaya bagi pasien stroke (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Banyak informasi beredar bahwa terapi kejut listrik boleh dilakukan untuk pasien stroke. Faktanya, itu adalah hal yang keliru. Dokter tidak menyarankan terapi kejut listrik sebagai langkah penyembuhan stroke.

Dokter spesialis bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan atau dikenal sebagai Ryu Hasan, mengatakan bahwa terapi kejut listrik sangat berbahaya bagi pasien stroke. Sebab otot tidak boleh disetrum dengan listrik, kecuali untuk terapi penyakit tertentu.

Ia mengatakan, terapi ini dapat dilakukan untuk pengidap penyakit polio untuk menyamakan otot kaki sebelah kanan dan kiri.

"Misalnya fisioterapi untuk memperbesar otot pada pengidap polio yang kaki kanan dan kirinya besar sebelah. Itu dilakukan dengan kejutan listrik. Tapi itu terukur berapa voltasenya, otot mana yang akan dibesarkan supaya tidak besar sebelah," jelas dr Ryu Hasan dalam tayangan e-Life detikcom, pada Jumat (1/10/2021).

dr Ryu menjelaskan jika bertujuan untuk menambah massa otot, terapi kejut listrik boleh dilakukan. Tetapi, metode itu tidak memiliki manfaat untuk menyembuhkan stroke.

"Jadi tidak dianjurkan bahkan bukan bagian pengobatan dalam dunia kedokteran," katanya.



Simak Video "Masih Muda Kena Stroke, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)