Senin, 04 Okt 2021 11:17 WIB

Paracetamol Cemari Laut Jakarta

Airnya Tercemar Paracetamol, Ikan dari Laut Jakarta Aman Dikonsumsi?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Penemuan para peneliti soal tingginya pencemaran paracetamol di Teluk Jakarta memicu kekhawatiran dampak pada biota laut, termasuk ikan hingga kerang hijau yang biasa dikonsumsi masyarakat. Peneliti Prof Dr Zainal Arifin dari Oseanografi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menegaskan belum ada penelitian lebih lanjut dampak paracetamol di ikan.

Alasan riset pencemaran tak melibatkan ikan dikarenakan sifat fisiologi dari hewan tersebut.

"Belum ada penelitiannya," tegas dia.

"Kalau ikan dia akan lari berenang menjauh, oksigen rendah dia akan pergi, itu fisiologi dari hewan, kalau kerang dia bertahan atau dia mati karena pencemaran," ungkap Prof Zainal dalam keterangan pers Senin (4/10/2021).

Peneliti lainnya, dari Oseanografi BRIN Dr Wulan Koagouw menyebut pencemaran paracetamol nisa saja berdampak pada organisme laut. Namun, untuk memastikan sejauh mana pencemaran dan efeknya tentu diperlukan studi dan riset lebih lanjut.

"Karena sekali lagi, fokus saya riset kemarin memang hewan ujinya adalah kerang biru, jadi memang harus fokus di satu organisme," jelas Dr Wulan.

Terlebih, Dr Wulan mengaku dana yang dipakai untuk melakukan riset terkait paracetamol tersebut memakan biaya cukup banyak. Bahkan, untuk penelitian 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia' disebut mencari dana beasiswa.

(naf/up)