ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Nov 2021 06:56 WIB

Belum Ada Denda, Sumber Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta Cuma Ditegur

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Pencemaran paracetamol di teluk Jakarta (Dok. DLH DKI Jakarta)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan salah satu sumber pencemaran paracetamol di teluk Jakarta. Sanksi sudah dijatuhkan, bukan denda melainkan teguran.

"Sudah ada sanksi administrasi juga dari kita. Kalau denda belum ada. Sanksi administrasinya surat teguran dari kita kepada perusahaan tersebut," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/11/2021).

Perusahaan farmasi yang menjadi sumber pencemaran berinisial MEP, dan terbukti tidak men-treatment limbah paracetamol dengan baik. Perusahaan tersebut telah diminta memperbaiki instalasi pengolahan limbah terpadu (IPLT).

"Kami coba cek setelah tiga-empat bulan apakah dia akan melakukan perbaikan terhadap IPLT-nya," ucap Asep.

Tak dirinci seberapa lama perusahaan tersebut membuang limbahnya. Sejauh ini baru MEP yang terbukti melakukan pencemaran di teluk Jakarta.

Sebelumnya, para ilmuwan dari Pusat Penelitian Oceanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menemukan kandungan paracetamol tinggi di teluk Jakarta. Dari 4 titik, 2 titik memiliki kandungan 610 nanogram per liter di Angke, dan 420 nanogram per liter di Ancol.



Simak Video "Temuan Terkini soal Kasus Kematian Puluhan Anak Gambia Terkait Paracetamol"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT