Senin, 04 Okt 2021 12:00 WIB

Tak Hanya Picu Anosmia, COVID-19 Juga Bisa Pengaruhi Indra Penglihatan-Peraba

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus Corona dilihat dari mikroskop Virus Corona. (Foto: National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Usai pulih dari infeksi COVID-19, banyak orang yang mengeluh masih merasakan berbagai gejalanya. Misalnya mudah lelah, batuk-batuk, sesak napas, hingga indra penciuman yang kurang tajam.

Faktanya, virus Corona tidak hanya mempengaruhi indra penciuman saja seperti yang banyak dilaporkan para penyintas. Tetapi, penyakit ini juga bisa mempengaruhi indra penglihatan, pendengaran, hingga sentuhan. Dalam jangka pendek maupun panjang, virus ini bisa mempengaruhi kelima indra.

"Meskipun tidak mengancam jiwa, kehilangan salah satu dari indra ini sangat berpengaruh, terutama yang tiba-tiba terjadi seperti dalam konteks infeksi ini," kata profesor neurologi di NYU Grossman School of Medicine, Jennifer Frontera yang dikutip dari National Geographic, Senin (4/10/2021).

Bagaimana COVID-19 ini merusak kelima indra manusia?

Efek COVID-19 pada indra pendengaran

Dalam Journal of Audiology, para peneliti meninjau studi kasus berdasarkan laporan soal gejala COVID-19. Mereka memperkirakan gangguan pendengaran yang dialami sekitar 8 persen pasien COVID-19, sementara sekitar 15 persen mengembangkan tinnitus.

Meski belum dipahami secara detail, para ahli menduga bahwa COVID-19 mampu mempengaruhi tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan antara telinga tengah dengan tenggorokan.

"Dengan infeksi apapun, seseorang bisa mengalami disfungsi tuba eustachius, yang bisa menyebabkan penumpukkan cairan di telinga tengah. (Bagian telinga) ini bertindak sebagai peredam mekanis pada gendang telinga," jelas profesor otolaryngology di Rush University Medical Center di Chicago, Elias Michaelides.

Dalam penjelasannya, Michaelides mengatakan usai seseorang sembuh dari penyakitnya, di banyak kasus saluran eustachius ini akan terkuras dan indra pendengaran akan kembali normal, meski harus membutuhkan waktu beberapa minggu.

Tetapi, jika virus Corona merusak neuron sensorik di bagian telinga dalam atau koklea, bisa memicu gangguan pendengaran yang tidak terduga dan bersifat permanen. Meski begitu, penyebab kerusakan saraf ini masih belum jelas.

Efek COVID-19 pada indra penglihatan

Sebuah studi yang dipublikasi di BMJ Open Ophthalmology menemukan bahwa pasien COVID-19 bisa mengalami beberapa gangguan mata, seperti sensitivitas cahaya, mata sakit, hingga penglihatan kabur.

Dari studi yang melibatkan sekitar 400 pasien COVID-19 itu, para peneliti menemukan sebanyak 10 persennya mengalami gangguan mata, termasuk konjungtivitis, iritasi mata, dan perubahan penglihatan.

"Jelas ada viral load di mata yang menyebabkan gejala, tetapi itu tidak berarti selalu menyebabkan penyakit jangka panjang di mata," ujar rekan penulis studi sekaligus profesor oftalmologi dan ilmu visual di University of Michigan Medical School, Shahzad I Mian.

Tak hanya itu, beberapa dokter juga menemukan bahwa virus Corona juga bisa meningkatkan risiko pembekuan darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah di retina. Menurut dokter mata di Wills Eye Hospital, Philadelphia, Dr Julia A Haller, kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur atau kehilangan kemampuan penglihatan pada tingkat tertentu.

"Beberapa bentuk kehilangan penglihatan bisa diobati dengan obat-obatan, tergantung pada seberapa banyak kerusakan yang terjadi," jelasnya.

Bagaimana pengaruh COVID-19 pada indra penciuman, peraba, dan perasa? Klik ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2