Senin, 04 Okt 2021 21:36 WIB

Ahli RI Nilai Molnupiravir Menjanjikan, Senjata Baru Akhiri Pandemi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Chemical formula of Molnupiravir on a futuristic background Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor
Jakarta -

Obat COVID-19 eksperimental molnupiravir besutan Merck, perusahaan asal Amerika Serikat kini ramai dibicarakan. Sebab, berdasarkan hasil uji klinis obat ini mampu mencegah risiko dirawat di rumah sakit dan meninggal hingga 50 persen.

Kehadiran obat ini juga disambut baik, salah satunya oleh ahli epidemiologi Dicky Budiman Universitas Griffith Australia. Menurutnya, obat dalam bentuk tablet ini akan memudahkan distribusi ke seluruh wilayah, meski harganya masih mahal.

"Nah ini kan kalau bicara kapsul lebih banyak yang bisa dijangkau. Hanya sayangnya ini mahal ya, jutaan, kurang lebih. Tapi ini data awalnya sudah menjanjikan, bahkan lebih baik dari monoklonal antibodi yang selama ini banyak dipakai orang," kata Dicky saat dihubungi detikcom, Minggu (3/10/2021).

"(Obat) Ini akan menjadi memperkuat lini hilir di terapi, sehingga vaksin sudah ada, obat antiviral sudah ada. Nah ini artinya akan menjadi masa transisi ke endemi ini akan sedikit orang yang menjalani ICU apalagi harus ventilator, dan kematian tentu berkurang," lanjutnya.

Diharapkan bisa mengatasi long Covid

Selain mencegah keparahan dan kematian akibat COVID-19, Dicky juga berharap obat molnupiravir ini bisa mengatasi long Covid serta mencegah kerusakan organ tubuh akibat infeksi virus Corona. Tentunya dengan kombinasi vaksinasi dan pemberian obat ini.

"Harapannya bisa mencegah long Covid dan ini belum ada saya lihat datanya ya. Karena yang sekarang menjadi perhatian para ahli adalah potensi COVID-19 ini menjadi long Covid," jelas Dicky.

"Dari sepertiga kasus COVID-19 yang pulih itu mengalami long Covid, dan 70 persen dari mereka mengalami kerusakan organ. Dan mudah-mudahan dengan kombinasi divaksin kemudian saat terinfeksi maupun belum dan diobat dengan ini mudah-mudahan bisa mencegah hal itu," pungkasnya.



Simak Video "Inggris Negara Pertama yang Gunakan Molnupiravir Sebagai Obat Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)