Jumat, 08 Okt 2021 09:41 WIB

Malaysia Borong 150 Ribu Paket Obat COVID-19 Molnupiravir

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Malaysia menyebut telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan farmasi asal AS, Merck and Co, atau MSD, untuk membeli 150 ribu paket obat COVID-19. Malaysia menjadi salah satu negara di Asia yang mengamankan stok obat antivirus tersebut.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan pemerintah telah menandatangani surat perjanjian untuk pembelian pada Kamis (7/10/2021).

"Keputusan ini dibuat saat kami bersiap untuk transisi ke fase endemik, di mana kami dapat hidup berdampingan dengan virus dengan menambahkan perawatan inovatif baru sebagai 'senjata' untuk melawan COVID-19, selain vaksinasi dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya," kata Khairi dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNA.

Malaysia telah mencatat hampir 2,3 juta infeksi COVID-19, tertinggi ketiga di Asia Tenggara, tetapi secara bertahap mencabut pembatasan pergerakan dalam beberapa pekan terakhir karena jumlah kasus baru menurun di tengah program vaksinasi yang ditingkatkan.

Molnupiravir, yang disebut-sebut menjadi obat antivirus oral pertama COVID-19, dianggap mampu mengurangi risiko kematian atau dirawat di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular COVID-19 gejala parah.

Data hasil uji klinis tersebut memicu permintaan besar pembelian obat di Asia, dengan Korea Selatan, Singapura dan Australia mengumumkan kesepakatan serupa untuk membeli pil Molnupiravir pekan ini ini. Taiwan dan Thailand juga sedang dalam pembicaraan dengan Merck, yang dikenal sebagai MSD di luar AS dan Kanada.

Simak video 'Sejumlah Negara yang Siap Mengincar Obat Covid-19 Molnupiravir':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/naf)