Kamis, 07 Okt 2021 15:04 WIB

6 Negara Ini Incar Molnupiravir, Obat COVID-19 Oral Pertama di Dunia

Ayunda Septiani - detikHealth
Molnupiravir: Pil antivirus eksperimental untuk pasien Covid terbukti kurangi kematian dan perawatan di rumah sakit Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Beberapa negara saat ini tengah mengajukan kesepakatan untuk mengamankan obat oral COVID-19 buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck and Co.

Molnupiravir saat ini masih menyelesaikan uji klinis tahap akhir rencananya bisa mendapat persetujuan dari Therapeutic Good Administration (TGA) awal 2022. Pemerintah Australia memastikan warganya bisa memiliki akses mendapat perawatan lain selain vaksin COVID-19, seperti obat Molnupiravir buatan Merck and Co.

Dikutip dari berbagai sumber, ini negara-negara yang akan membeli obat molnupiravir.

1. Singapura

Perusahaan farmasi Merck & Co (MSD) menyebut sudah menandatangani perjanjian dengan Singapura untuk menyediakan molnupiravir.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Singapura akan mendapatkan akses untuk molnupiravir setelah 'peraturannya' sudah selesai.

"Kesepakatan ini adalah salah satu contoh strategi manajemen pandemi di Singapura dan komitmen pemerintah untuk berinvestasi dalam obat-obatan yang inovatif untuk memerangi pandemi," jelas Ms Pang Lai li, direktur pelaksana MSD di Singapura dan Malaysia, dikutip dari Channel News Asia.

2. Australia

Australia juga tengah mengajukan kesepakatan untuk mengamankan 300 ribu program molnupiravir. Perdana Menteri Australia menilai bahwa obat ini menjanjikan karena terbukti dapat mencegah separuh kasus kematian dan rawat inap pada pasien dewasa.

"Vaksin dan perawatan baru seperti ini akan mendorong Rencana Nasional kami untuk membuka kembali Australia dengan aman dan menjaga Australia tetap terbuka dengan aman," papar Perdana Menteri.

"Sepanjang pandemi ini kami telah mengamati dengan cermat perkembangan vaksin dan perawatan COVID-19 dan Molnupiravir akan siap digunakan di Australia jika disetujui oleh TGA," tambahnya, dikutip dari rilis resmi Prime Minister of Australia.

3. Korea Selatan

Dikutip dari laman The Korea Herald, pemerintah Korea Selatan juga mengajukan kesepakatan untuk pembelian perawatan obat oral COVID-19 untuk 18 ribu orang.

Korsel juga disebut akan menyisihkan sebagian dari anggaran negara tahun depan untuk membeli dosis yang cukup bagi 20 ribu orang di tahun 2022.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea diberikan 41,7 milyar won untuk membeli perawatan COVID-19 tahun depan, dan diketahui bahwa biaya pengobatan Merck sekitar 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

4. Taiwan

Belum lama ini, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chen Shin-chung menyebut tengah berdiskusi dengan AS, Merck, untuk mengamankan produk pil obat antivirus COVID-19 pertama di dunia.

Meski begitu, Menkes memastikan vaksin COVID-19 tetap didorong cakupannya. Pembelian molnupiravir diketahui akan didorong Pusat Komando Epidemi di Taiwan.

5. Malaysia

Menkes Khairy Jamaluddin menyebutkan tengah bernegoisasi untuk mendapat obat molnupiravir. Hal ini dilakukan menjadi salah satu cara untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Saat kami beralih ke hidup dengan COVID, kami akan menambahkan opsi perawatan baru yang inovatif ke gudang senjata kami selain vaksin," kata dia, dikutip dari Reuters, Sabtu (2/10/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2